Mohon tunggu...
Gabriel EdbertLiandrew
Gabriel EdbertLiandrew Mohon Tunggu... Pelajar Sekolah - Seminaris

Saya seorang pencari kebahagiaan di tengah bisingnya dunia. Suka menulis dan membagikan pengalaman-pengalaman menarik di keseharian.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Radio: Usaha Bertahan di Tengah Arus Zaman

14 September 2022   10:52 Diperbarui: 14 September 2022   11:12 63 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Radio - Usaha Bertahan di Tengah Arus Zaman

Kemajuan teknologi saat ini sangatlah pesat. Tidak terhitung banyaknya produk-produk digital yang menawarkan begitu banyaknya kemudahan. Di tengah kemajuan teknologi ini, radio menjadi salah satu media yang juga ikut berkembang di Indonesia. Melalui berbagai terobosan yang ada, radio masih tetap bisa eksis dengan dunia saat ini.

Sebagai salah satu media penyiaran, sangat perlu berbenah menghadapi industri 4.0 dan juga terjangan media baru (new media). Langkah digitalisasi menjadi sarana yang baik bagi radio untuk tetap bisa bertahan.

Digitalisasi ini sudah terlihat dengan perbedaan kontras radio masa kini dan pada masa lalu. Radio sekarang tidak lagi seperti radio yang dulu. Tidak lagi hanya kotak berantena, tetapi media modern. Bukan hanya sebatas menampilkan berita atau lagu-lagu lama, tetapi juga mencakup berbagai variasi yang bisa menjangkau orang muda, dewasa, dan orang-orang tua.

Peminat Radio

Bagi kebanyakan orang, kata radio itu terlalu klasik. Namun, radio masih menjadi salah satu media yang digemari saat ini. Melalui laman kemenparekraf.go.id, disebutkan bahwa media seperti televisi dan radio mengalami pertumbuhan 10,42 persen pada masa pandemi ini. 

Tidak diragukan bahwa tren ini akan semakin naik pada masa transisi pasca pandemi. Ditambah, masa saat ini sangatlah fleksibel untuk beraktivitas yang berarti kita bisa beraktivitas di mana pun itu, entah di kantor, di sekolah, atau bahkan di rumah. Hal ini memungkinkan untuk orang lebih memilih mengakses radio dibandingkan media-media lain.

Penelitian terakhir pada minat generasi muda terhadap radio, dinyatakan bahwa pada kuartal ketiga tahun 2016, Nielsen Radio Audience Measurement, ada total 57 persen dari semua pendengar radio berasal dari Generasi Z dan Generasi Milenial. 

Ditambah dengan radio yang juga menjangkau pasar melalui media sosial sebagai bentuk pengenalan diri, seperti Twitter, Instagram, Facebook, YouTube, dan TikTok. Beberapa akun radio di media sosial sudah verified atau mendapatkan centang berwarna biru. Hal ini mengartikan bahwa radio masih bisa menjangkau generasi-generasi muda. Atau dengan kata lain, radio bisa menjangkau semua kalangan.

Kemajuan teknologi yang sangat pesat

Dari segi media atau alat, radio sudah sangat berkembang. Perbedaan yang cukup jauh jika dibandingkan antara radio antena dengan radio internet yang ada pada masa kini. Pada awalnya, radio merupakan alat dengan sebuah antena untuk menerima sinyal radio. Sinyal ini biasa dikenal dengan Frekuensi Modulation. 

Radio antena akan menyamakan frekuensi dengan siaran stasiun radio yang ditangkap menggunakan radio transistor sehingga bisa saling terhubung satu sama lain. Setelah itu, siaran radio bisa didengarkan dari radio antena. Perkembangan selanjutnya adalah inovasi telepon genggam sekaligus menjadi radio. 

Sistem ini masih sama seperti sistem antena dengan menyamakan frekuensi yang ada. Perbedaannya terdapat pada perangkat yang lebih ringkas dan simpel. Namun, satu kelemahannya adalah gelombang frekuensi modulation sangat sulit untuk melewati penghalang seperti gedung-gedung tinggi, bukit, dan benda-benda besar lainnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan