Mohon tunggu...
Goenawan
Goenawan Mohon Tunggu...

Insinyur mesin dari ITS Surabaya, mendalami sistem kontrol otomatis di Taiwan, pernah bekerja di beberapa perusahaan ternama sbg Engineer dan di Managemen. Sekarang menekuni pasar Modal dan pasar Uang.\r\n\r\nSemua tulisan saya asli bukan hasil mencontek, tetapi anda boleh meng-copy paste sebagian atau seluruhnya tulisan saya di kompasiana tanpa perlu izin apapaun dari saya. Lebih baik jika dicantumkan sumbernya, tetapi tanpa ditulis sumbernyapun. it's ok

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Pilihan

Blogger Bukan Pekerjaan Utama

15 Maret 2018   07:38 Diperbarui: 15 Maret 2018   09:05 528 3 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Blogger Bukan Pekerjaan Utama
www.blogger.com

Jika anda cantik atau ganteng, kemudian cukup kaya untuk memerkan gaya hidup anda, dengan dibantu kemampuan menulis yang standartpun anda bisa menjadi blogger atau selebgram setidaknya sosok itu bisa kita lihat dalam diri Syahrini atau Cristiano Ronaldo. Tetapi kenyataannya baik Syahrini maupun Ronaldo tidak mengumpulkan hartanya sebagai bintang endorsement di medsos. Tetapi menjadi selebgram lebih untuk memaintenance branding dan awareness sebagai bintang publik. 

Begitu juga dengan orang biasa saja yang kemudian menjadi blogger dan selebgram karena passion dan skill luar biasa. Bahkan hanya oleh bayaran sebagai endorsement bisa jalan - jalan keluar negeri. Tetapi untuk bisa seperti itu anda harus memiliki syarat dan ketentuan yang tidak banyak orang punya. Bagaimana jika anda seorang blogger amatiran, tidak banyak kemampuan lebih? Hidup anda tidak kiamat. 

Belajar dari case Syahrini dan Ronaldo, Anda bisa mendapatkan lebih dari sekedar jualan tulisan atau foto. Tetapi menjadikannya sebagai iklan diri. Ada banyak cara bisa dilakukan, tetapi saya akan memberi alternatif satu saja. Ya, mengapa Anda tidak merangkap menjadi sales? Anda bisa menjual tulisan dan foto yang sifatnya lebih imajiner, mengapa anda tidak menjual barang yang lebih real? Seperti misalnya: sales handphone, sales motor, sales mobil, sales rumah. Untuk menjual semua barang tersebut anda tidak perlu stock barang. Karena Anda cukup melamar pekerjaan menjadi sales, bikin kartu nama dan kemudian Anda boleh menawarkan semua barang tersebut linier dengan jejaring medsos anda.

Banyak orang punya persepsi salah soal bisnis. Jika seorang dengan passion otomotif ditanya, "Jika anda diberi uang 1 milyar untuk usaha, apa yang anda lakukan?" Biasanya sebagian besar mereka akan bilang, akan sewa ruko untuk bikin bengkel atau showroom mobil, dan seterusnya dan seterusnya. Mereka lupa bahwa inti bisnis adalah transaksi atau menjual. Mereka lupa bahwa kalau hanya untuk bisa jualan mobil, tidak perlu harus bikin show room dulu dengan beragam biaya dan depresiasi yang tinggi. Kenapa tidak menjadi sales saja dengan investasi kartu nama? Dengan kartu nama dan brosur anda bisa menjual secara online maupun offline dengan biaya investasi minimal. Minimal investasi artinya minimal risiko. 

Harus diingat bahwa semua bisnis memerlukan cashflow atau biaya operasional. Jadi jika anda punya uang jangan habiskan untuk konsumsi ataupun investasi. Anda perlu dana cadangan yang bisa secara instan sebagai pembeda untuk memenangkan kompetisi. Karena bisnis itu tidak pernah flat. Terdakang rejeki itu lewat didepan hidung kita. Jika Anda tidak siap mengambilnya, hilanglah peluang itu.

Tulisan ini menggaris bawahi, jika anda seolah blogger freelance, buka mata disekitar anda. Gunakan networking Anda secara optimal. Selain sales, seorang blogger frelance bisa menjadi wartawan lepas, kontributor media, subkon divisi publik relation hotel, rumah makan, lembaga nirlaba, dsb dsb. Memang tidak mudah. Tetapi ketika anda memetakan dan mulai membuat roadmap. Maka arah blogger freelance anda menjadi lebih jelas. optmisme juga lebih kuat. Bukan kah hidup ini digerakkan oleh optimisme?

Sehingga tidak ada pesimisme dengan bilang "Jadi blogger itu berat, cukup saya saja".

Saya bukan blogger, hanya berbagi. Mungkin yang saya tulis tidak sempurna soal blogger, tetapi carilah sisi positifnya dan detailkan, makin detail, makin berkualitas. karena kualitas walaupun awalnya terasa tidak dihargai, pada akhirnya akan keluar sinarnya juga.

VIDEO PILIHAN