Mohon tunggu...
Fuadi SAg
Fuadi SAg Mohon Tunggu... Dosen - Dosen Tetap Fakultas Ekonomi Dan Bisnis UNIMAL

Seorang pengajar pada Mata Kuliah MKU Pendidikan Agama, Filsafat, Bahasa, dan Kewirausahaan. Berbisnis dan Bertani menjadi hobby di era kemajuan digital.

Selanjutnya

Tutup

Entrepreneur

Dosen FEB Unimal "Alih Profesi" sebagai Pebisnis dan Petani Hidroponik

22 September 2022   23:55 Diperbarui: 23 September 2022   00:04 441 3 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Entrepreneur. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Jcomp

Sebagai Insan kampus, aktivitas mengajar di ruang kuliah, menulis artikel atau jurnal Nasional dan Internasional telah menjadi rutinitas serius yang saya jalani selama 12 tahun terakhir. Aktivitas dan rutinitas akademik semacam itu telah membuat saya merasa “bosan, kaku dan monoton,” dengan hidup semacam itu. Kehidupan saya bak ibarat katak yang hidup di bawah tempurung. Saya membayangkan bahwa “saya itu hebat” karena saya mumpuni dalam keilmuan tertentu.

Singkatnya, saya seorang individualis yang kurang peduli dengan kehidupan orang lain.  saya kurang peduli dengan masalah sosial seperti kenaikan BBM bagi masyarakat ekonomi lemah, krisis ekonomi atau krisis keuangan akut yang menjangkiti kehidupan Nasional kita. Terlebih, krisis energi dan pangan yang kerap dialami oleh Negara berkembang seperti Indonesia dewasa ini. Lantas apa yang dapat saya lakukan? Kira-kira apa sumbangan ide atau karya yang bermanfaat bagi orang sekitar yang mampu saya berikan? Lalu, saya mulainya dari mana dulu?

Tekad saya sederhana, bagaimana mengubah kehidupan yang “membosankan, kaku dan monoton,” menuju kehidupan yang penuh kreativitas dan memberikan kebermanfaatan bagi orang sekitar.   

Awal tahun 2020, adalah tahun yang sulit pasca pandemik covid 19 yang mewabah seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Pembatasan jarak di dalam seluruh aktivitas kehidupan sosial keagamaan, termasuk dalam aktivitas mengajar di UNIMAL. Sebelumnya, perkuliahan dilakukan secara tatap muka atau belakangan disebut sebagai luring (luar jaringan).

Namun, sejak saat itu sampai juga hari ini perkuliahan dilakukan secara daring (dalam jaringan). Kesempatan dan peluang waktu yang tersedia di sela-sela perkuliahan daring, telah mengubah cara pandang saya tentang pemanfaatan waktu seefisien mungkin. Mengapa saya tidak menggunakan waktu untuk berbisnis, berinovasi atau berkreasi dengan hal-hal yang baru?

Sejak itulah, kehidupan saya berubah seratus delapan puluh derajat. Sebagian waktu saya gunakan untuk mengajar secara daring, sisanya saya gunakan untuk berbisnis. Lantas, jenis bisnis apa yang cocok dengan modal yang sangat terbatas?

Saya bersama keluarga memutuskan; bisnis air minum isi ulang dan air RO. Bisnis semacam itu tidak membutuhkan keterampilan tertentu. Alasan praktis dan pragmatis inilah menjadi pertimbangan utama bagi kami. Selain itu, tidak ada istilah kadar luarsa pada bisnis air minum, sehingga resiko merugi sangat kecil.

Sebelum memulai bisnis, saya mesti merancang strategi dan target yang akan dicapai serta business plan. Saya mempertimbangkan; “apa hal berbeda dari produk yang akan saya hasilkan nantinya?” kemudian saya juga perlu tentukan, “kelompok konsumen seperti apa yang akan saya jadikan sebagai target penjualan produk?

Berdasarkan literatur yang pernah saya baca; “sifat air sama dengan sifat makhluk hidup lainnya. air dapat mendengar dan merekam suara.(Emoto, 2014) Lalu, jenis suara apa yang cocok untuk terapi kesehatan tubuh manusian? Apakah musik atau murattal quran? Akhirnya, saya telah mengaplikasikan murattal qur’an sebagai pembeda dan kekhasan dari produk air minum di depot lainnya di seluruh Kabupaten Aceh Utara.

Business plan pun saya rancang dengan cermat. Asumsi penjualan per bulan antara 750 sampai 900 galon per bulan telah menjadi target dan harapan saya. Alhamdulillah, saya berhasil mewujudkannya. Dokumen catatan penjualan harian masih saya simpan dengan rapi.

Sepanjang periode awal tahun 2020 sampai pertengahan tahun 2021, skenario bisnis air minum kami berkembang dengan baik dan positif. Namun, menjelang akhir tahun 2021, pendapatan dan omzet penjualan air minum kemasan galon 19 liter di toko kami secara gradual mengalami kontraksi bahkan stagnan. Penjualannya bila dirata-rata tidak lebih dari 300 galon per bulan. Apa faktor penyebab omzet penjualan di toko kami itu turun drastis?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Entrepreneur Selengkapnya
Lihat Entrepreneur Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan