Energi

Potensi limbah kopi

14 April 2018   13:52 Diperbarui: 14 April 2018   14:11 509 1 0
Potensi limbah kopi
https://pixabay.com/id/biji-kopi-matang-pertanian-tanaman-1650788/

Kopi adalah jenis minuman yang penting bagi sebagian besar masyarakat di seluruh dunia. Bukan hanya karena kenikmatan konsumen peminum kopi namun juga karena nilai ekonomis bagi negara-negara yang memproduksi dan mengekspor biji kopi (seperti Indonesia). Indonesia menempati posisi keempat sebagai negara produsen dan pengekspor kopi terbesar di dunia.

Lima Negara Produsen Kopi Terbesar di Dunia - Musim Tanaman 2016-2017:

  1. Brazil                            55,000,000
  2. Vietnam                       25,500,000
  3. Kolombia                    14,500,000
  4. Indonesia                   11,491,000
  5. Etiopia                         6,600,000

dalam bungkus 60 kg (Sumber: International Coffee Organization)

picture1-5ad1a2d3cf01b4516e522da2.jpg
picture1-5ad1a2d3cf01b4516e522da2.jpg

Dalam proses pengolahan kopi tersebut, dari 100% buah kopi segar hanya 5-10% yang akan dinikmati ketika sudah menjadi minuman kopi. Lalu kemana ~90% lainnya, jawabannya adalah dibuang menjadi limbah. Sungguh sangat disayangkan, dengan 5-10% saja sudah menghasilkan keuntungan, tentu akan lebih baik jika 90% lainnya juga diolah dan menghasilkan keuntungan yang lebih banyak. Limbah kopi harus diolah karena tingginya Oxygen Demand (OD) selama proses dekomposisi dan berpotensi melepaskan kontaminan ke lingkungan berupa tanin, kafein dan polifenol dan mempunyai potensi aplikasi yang sangat besar, misalnya sebagai sumber untuk menghasilkan energi alternatif seperti biodiesel, bio-oil dan biochar serta fine chemicals.

Dalam mengolah limbah kopi dapat menggunakan dua metoda, yaitu transesterifikasi dan pirolisis. Transesterifikasi adalah suatu metoda mengubah senyawa-senyawa lemak yang ada pada limbah kopi menjadi biodiesel. Ekstraksi minyak dari limbah kopi dilakukan menggunakan pelarut n-heksana menggunakan metode soxhletasi. Ekstrak lipid yang diperoleh selanjutnya dilakukan pretreatment menggunakan metanol dan katalis asam untuk mengurangi acid value (AV). Hasil yang diperoleh selanjutnya ditransesterifikasi menggunakan metanol dan katalis basa dengan mekanisme reaksi sebagai berikut :

picture2-5ad1a83af1334417d273e1e2.jpg
picture2-5ad1a83af1334417d273e1e2.jpg
Pirolisis adalah dekomposisi termokimia bahan organik melalui proses pemanasan tanpa oksigen atau pereaksi kimia lainnya. 

picture3-5ad1a75cbde5756dca589664.jpg
picture3-5ad1a75cbde5756dca589664.jpg
Kandungan utama dari limbah kopi adalah selulosa, mekanisme pirolisis selulosa adalah sebagai berikut :

picture4-5ad1a946cbe5237b5c541533.jpg
picture4-5ad1a946cbe5237b5c541533.jpg
Hasil dari transesterifikasi yang berupa biodiesel dan pirolisis yang menghasilkan senyawa kimia lainnya dapat menghasilkan keuntungan yang jauh lebih baik dibandingkan hanya dibuang begitu saja.

Referensi :

1. Vega, R. C., Pina, G. L., Castaneda, H. A. V. dan Oomah, B. D. (2015). Spent coffee grounds: a review on current research and future prospect, Trends in     Food Science & Technology, 45: 24-36.

2. Murthy, P. S. dan Naidu, M. M. (2012). Sustainable management of coffee industry by products and value addition-A review, Resource Conservation        and Recycling, 66: 45-58.

3. Shen, Y., Ma, D. dan Ge, X. (2017). CO2-looping in biomass pyrolysis or gasification, Sustainable energy and Fuels, 1, 1700-1729

3. https://www.indonesia-investments.com/id/bisnis/komoditas/kopi/item186?