Mohon tunggu...
Firman Sulistyo
Firman Sulistyo Mohon Tunggu... Sulisan Firman

Sering melamun. Kebiasaan buruknya adalah mendengarkan lagu menggunakan headset di kala mengendarai sepeda motor. Selain itu juga hobi membayangkan sesuatu yang nggak penting, seperti kalau nenek moyang kita itu sebenarnya bukan pelaut akan seperti apa nasib kita sekarang, ya?

Selanjutnya

Tutup

Musik Artikel Utama

"Memanusiakan Alam, Mengalamikan Manusia", Tema Synchronize Festival 2019

5 Oktober 2019   17:20 Diperbarui: 6 Oktober 2019   03:23 0 4 2 Mohon Tunggu...
"Memanusiakan Alam, Mengalamikan Manusia", Tema Synchronize Festival 2019
Poster Synchronize Festival (Dokumentasi Synchronize)Poster Synchronize Festival (Dokumentasi Synchronize)

Synchronize Festival tahun ini memasuki tahun ke-9 sebagai festival musik yang diadakan selama tiga hari berturut-turut. Sebelumnya, Synchronize Fest ini pada mulanya sudah ada sejak tahun 2000 yang pada waktu itu menjadi acara musik pertama yang mempelopori musik elektronik.

Sembilan belas tahun usia Synchronize Festival ini menjadi suatu tolok ukur bahwa festival musik yang membawa berbagai genre musik ini telah cukup dewasa. Hal ini terlihat dari tema yang diangkat tahun ini, yakni Memanusiakan Alam, Mengalamikan Manusia yang termasuk dalam campaign green movement.

Hendra Noor Saleh, Presiden Direktur Dyandra Promosindo selaku pihak promotor utama dalam perhelatan Synchronize Festival ini mengakui bahwa keputusan untuk mengangkat tema peduli lingkungan ini sebagai langkah awal untuk membuat sesuatu yang berdampak positif pada lingkungan.

Melaui tema green movement, Synchronize Festival 2019 ini juga ingin ikut berkontribusi dalam mengurangi timbunan sampah ke TPA dengan menerapkan prosedur Less Wast Event (LWE). LWE sendiri telah diresmikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Jadi, pada perhelatan tahun ini Synchronize Festival ingin ikut serta mendukung program pemerintah soal lingkungan.

Hal unik yang terjadi dengan adanya tema peduli lingkungan ini ialah semua pihak yang hadir di Synchronize Festival, mulai dari pihak pelaksana, pengisi, hingga pengunjung acara ini dianjurkan atau diimbau membawa tempat minum yang bukan terbuat dari plastik atau yang biasa disebut tumbler.

Hal seperti ini belum pernah dilakukan sebelumnya di festival-festival musik lainnya. Namun, hal tersebut disadari oleh Kiki Aulia Ucup selaku Program Director Synchronize Festival bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan semudah membalikkan telapak tangan.

"Nah, gue tuh sadar kalau campaign ini nggak bisa langsung menghilangkan penggunaan plastik di Synchronize, tapi paling nggak meminimalisir," jelas Kiki saat ditemui Jumat (4/8) sore, di Gambir Expo, Jakarta Pusat.

Pengunjung Synchronize Festival 2019 yang membawa tumbler atau tempat minum yang bukan sekali pakai bisa mengisi kembali bila sudah kosong. Synchronize menyediakan water station untuk para pengunjung yang hendak mengisi kembali tumblernya yang telah kosong.

water station tempat untuk mengisi ulang tumbler | dokpri
water station tempat untuk mengisi ulang tumbler | dokpri

Tahun ini Synchronize juga bekerjasama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai penyuplai daya utama pada acara ini. Perhelatan tahun ini Kiki menjamin tidak akan ada lagi suara bising yang ditimbulkan oleh genset jika suatu saat terjadi masalah pada listrik.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x