Mohon tunggu...
Fri Yanti
Fri Yanti Mohon Tunggu... Freelancer - Historian

Suka hujan, kopi, baca, dan menulis

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

Krisis Ekonomi Pertama Indonesia

17 Oktober 2022   07:00 Diperbarui: 17 Oktober 2022   07:07 874
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ORI, sebagai alat pembayaran yang sah. Sumber gambar: Kemenkeu via kompas.com

Indonesia pernah mengalami masa krisis ekonomi pada awal kemerdekaan. Krisis ekonomi dan resesi  merupakan  dua hal yang berbeda.

Dilansir dari kompas.tv, krisis ekonomi merupakan penurunan indikator ekonomi, seperti laju inflasi yang tinggi, utang luar negeri yang menumpuk, dan perbankan yang  bermasalah. Sementara resesi adalah penurunan pertumbuhan ekonomi dalam dua kuartal secara berturut-turut.

Ada beberapa hal yang menyebabkan Indonesia mengalami krisis ekonomi pada awal kemerdekaannya.

Pertama , inflasi yang tinggi. Hal ini disebabkan banyaknya jumlah mata uang asing yang digunakan. Saat itu, Indonesia belum memiliki mata uang sendiri sehingga menggunakan mata uang warisan kolonial, seperti : De Javasche Bank, NICA, dan yang terakhir adalah Yen.

Kedua, Belanda memblokade perekonomian Indonesia dengan cara menghalangi rakyat untuk melakukan kegiatan perdagangan dengan luar negeri. Akibatnya, Indonesia hanya mengandalkan sektor pertanian sebagai satu-satunya sektor yang dapat mengisi kekosongan kas negara.

Ketiga, fokus pada masalah politik. Pada awal kemerdekaannya, Indonesia harus mengalami gangguan keamanan, baik yang muncul dari dalam negeri maupun luar negeri.

Keempat, perpindahan ibukota RI dari Jakarta ke Yogyakarta. Ketika Belanda melancarkan agresi pertamanya. Pemerintah Republik memindahkan ibukota ke Yogya. Urusan perpindahan itu banyak menguras tenaga dan kas negara.

Dari dalam negeri, Indonesia harus berhadapan dengan aksi separatis yang dilakukan oleh kelompok yang tidak puas dengan kebijakan pemerintah, seperti PKI Madiun,  DI/TII, APRA, RMS, Andi Azis, dan PRRI/Permesta.

Dari luar negeri, Indonesia harus menghadapi Belanda yang ternyata masih ‘sangat mencintai’ Indonesia sehingga berkeinginan untuk kembali ‘bertahta’ di negeri ini. Indonesia berupaya untuk mempertahankan kedaulatan negara dengan upaya diplomasi hingga upaya militer.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun