Mohon tunggu...
Friskila Claudia Arloy
Friskila Claudia Arloy Mohon Tunggu... Pelajar Di SMAN 1 Padalarang

@fricilla_arloy

Selanjutnya

Tutup

Novel

Si Jagoan Kecil yang Kuat

4 Februari 2021   20:46 Diperbarui: 4 Februari 2021   20:56 75 3 1 Mohon Tunggu...

Nama : Friskila Claudia Arloy
Kelas : XII Mipa 2

"Si jagoan Kecil"

Di suatu hari ada seorang anak laki- laki  dilahirkan dari sepasang suami istri bernama Deasy dan hierro
Anak itu di beri nama Marcello. Kehidupan keluarga mereka cukup dibilang orang berada , hierro bekerja disuatu perusahaan sebagai bos dan memiliki ruangan teater yang sangat besar  sedangkan Deasy istrinya dia bekerja sebagai perawat di Rumah sakit. Marcello atau di panggil cello mulai tumbuh aktif dia sangat menggemaskan dan membuat keluarga kecil mereka bahagia karena kedatangan si kecil.  

Jalannya waktu cello tumbuh menjadi besar umurnya 10 tahun kini dia duduk di bangku Sekolah dasar. Cello memiliki bakat dalam menyanyi padahal oleh orangtuanya tidak di ajarkan untuk melatih suaranya lalu saat cello di sekolah dia mengikuti pelajaran seni budaya kemudian ditugaskan oleh gurunya yaitu Bu Susi untuk minggu depan di tes bernyanyi di depan teman temannya. Selesainya jam pelajaran seni budaya semua murid pulang ke rumah.
( Sesampai di rumah )
Cello : " Aku sudah pulang ma pa "
Mama Cello : " Eh.. Anak ganteng mama sudah pulang "
Papa cello : " Ganti baju nak , habis itu kita makan siang dulu "
Cello : " Siap papa mama "

( Di ruang Makan )
Makanan sudah disiapkan oleh Bu deasy mamanya cello , mereka bertiga berkumpul di ruang makan
Cello : " Hari ini mama masak banyak yaa"
Mama : " iya dong,  soalnya Opah sama oma mau datang kesini jadi mama masakin banyak "
Papa : " hmmmm ( sambil makan )  enak sekali masakan mama "
Cello: " Pelan pelan pa makan nya hahaa"
 
Setelah selesai makan siang , tiba tiba ada suara bel dari luar dan cello membuka pintu ternyata opah dan omanya sudah datang.
Cello : " opah oma silahkan masuk "
Oma & opah : " Si manis dan pintar terima kasih ya "
Mereka berkumpul di ruang tengah lalu  memikirkan soal liburan keluar kota , bu deasy sudah mengecek tempat tempat wisata yang enak untuk di kunjungi.
Cello : " kita mau pergi liburan ma ? "
Mama : " iya nak , mama sama papa pusing nih pengen butuh refreshing mumpung minggu ini libur ga ada kerjaan kita liburan sekaligus ada opah sama omah ikut aja supaya rame-rame "
Papa : " tempat yang mau kita kunjungi dimana ma ? "
Mama : " Bandung aja gimana ? Soalnya bagus sama pemandangannya "
Papa & cello : " boleh juga tuh "
Opah & omah : " ikut- ikut aja opah sama omah terserah kalian "
 
Keesokan harinya  pada pukul 8 pagi mereka bersiap siap dan sudah packing-packing barang , mama cello memesan hotel hanya semalam saja  tidak lama lama karena besok  cello masih sekolah. Papa mengeluarkan mobil dari garasi cello mengangkat tas tas ringan untuk dimasukkan kedalam bagasi mobil. Omah dan mama deasy menyiapkan cemilan untuk di mobil. Sesudahnya mereka berangkat dan tiba di bandung pukul 10 pagi. Di pukul 11 mereka sudah melakukan check in hotel disitu mereka rehat sebentar untuk istirahat di pukul 12.30 mereka mencari makan di luar karena waktunya makan siang. Selanjutnya cello dan keluarga pergi ke lembang melihat pemandangan yang sangat Indah , cello sangat senang dan beria ria main kesana kemari.
Keesokan harinya cello dan keluarga bersiap-siap untuk pulang namun saat di perjalanan terjadi kemacetan akibatnya ada truk besar yang menabrak mobil depan sehingga timbulnya korban jiwa keadaan jalan tol semakin padat sehingga mobil yang di tumpangi oleh cello dan keluarga tidak bisa maju.Setelah itu  keadaan di sepanjang perjalanan sudah lancar.Beberapa jam kemudian mereka tiba di rumah tepatnya di jakarta dengan keadaan yang cukup lelah saat tiba di rumah.
Di pagi hari , papa Hierro tidak bisa bekerja ke kantor entah mengapa keadaan nya membuat satu rumah sangat cemas.
Omah : " Bagaimana  kalau hierro bawa saja ke rumah sakit , badannya sangat panas .Des coba kamu tensi suamimu ?"
Mama Deasy : " iya ma deasy coba tensi " ( mengecek tekanan darah)
                         " Tekanan darah papa rendah ma , ini terlalu Kecapean "
Kemudian , cello di antarkan oleh supirnya untuk pergi ke sekolah namun cello tidak mau pergi ke sekolah karena melihat keadaan papanya drop.Tapi akhirnya mama deasy menyuruh cello untuk pergi ke sekolah dan mau gak mau cello harus menuruti mamanya.
( tiba di sekolah )
Cello menangis dia memikirkan ayahnya , dia sangat takut ayahnya terjadi apa-apa ,lalu di lihat oleh gurunya.
Bu Susi : " kenapa nangis cell ?"
Cello     : " Papa cello lagi bawa ke rumah sakit bu , keadaannya drop tadi "
Bu Susi : " Astaga , sakit karena apa cell? "
Cello     : '" karena kecapean bu tapi ini parah di lihat-lihat "
Bu susi : "  oalah cepat sembuh ya buat papa cello , harus yakin ya nak papa pasti sembuh.Sekarang ayo kita mulai belajar "

Di jam mata pelajarang kedua , bu Susi di telfoni oleh mamanya cello dan mama cello menyuruh cello untuk ke rumah sakit. Setelah itu bu Susi memanggil cello untuk bersiap-siap pergi ke Rumah sakit. Muka cello benar benar tidak tahu apa-apa.
Cello : " Ada apa bu , Ga biasanya seperti inj ?"
Bu Susi : Cello anak pintar sekarang siap-siap yaa , pak supir mau jemput kamu mau liat keadaan papa"
Dengan tidak adanya kecurigaan cello tidak memikirkan jauh jauh bahwa keadaan papanya sangat drop.kemudian cello bergegas pergi ke depan langsung menuju ke Rumah sakit.

Tibanya di rumah sakit , mama deasy menangis. Cello tidak tahu apa-apa yang terjadi lalu cello bertanya kepada mamanya.
Cello : " mama kenapa nangis ? Papa baik baik kan ?
Mama : " Cello anak pintar , yang kuat ya nak papa sudah pergi "
Cello : " Maksud mama gimana cello gak ngerti ? " ( dengan wajah yang khawatir )
Oma dan opah memeluk cello dengan erat mulai disitulah cello mengerti bahwa papanya sudah pulang kepangkuan bapa di sorga. Cello menangis terseduh-seduh " kenapa secepat ini Tuhan "
Namun disitu Cello menyerahkan semuanya kepada Tuhan , meminta dan berdoa agar papanya tenang disana. Mama deasy sangat salut dengan si buah kecil yang selalu menguatkan mamanya.
Cello : " Mama masih punya cello , mama ga sendirian kita hadapin semua bareng-bareng ya ma "
Mama cello tidak kuat menahan tangisan karena bersyukur sekali mempunyai anak jagoan yang membuat dirinya bangkit. Akhirnya mulai dari situlah cello meminta kepada Tuhan agar keluarga kecil nya di kuatkan.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x