Mohon tunggu...
Fridha Fadh
Fridha Fadh Mohon Tunggu... Tempat Update Informasi

Cogito ergo sum

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan

Kreatif, Mahasiswa UNS Sulap Limbah Daun Kering Jadi Produk Kerajinan Tangan

13 September 2020   15:56 Diperbarui: 13 September 2020   15:58 54 0 0 Mohon Tunggu...

Jika biasanya daun kering hanya berakhir menumpuk di tempat sampah, maka keempat mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) yaitu Luluk Aristiani (FSRD), Naila Syafi'ina (FKIP), Fridha Fadhlurrahma (FKIP), dan Shifa Fauzia Quthrunnada  (FT) berhasil menyulapnya menjadi produk kerajinan tangan yang cantik, unik dan bernilai ekonomis bernama FOLIART.


FOLIART berangkat dari ide untuk mengolah limbah daun kering menjadi suatu produk yang estetik dan bernilai jual. Seperti yang kita ketahui bahwa limbah daun kering sangat mudah ditemukan di berbagai tempat dan terkadang menjadi masalah bagi lingkungan

Hal ini tentu menarik mengingat limbah daun kering biasanya hanya diolah menjadi pupuk kompos atau produk pertanian lainnya dan bukan produk kerajinan tangan. Jenis-jenis produk FOLIART juga bervariasi seperti kolase foto, siluet, line art, dan bucket frame.


Luluk selaku ketua tim menjelaskan bahwa FOLIART memiliki keunikan tersendiri karena dibuat dari limbah daun kering sehingga ramah lingkungan dan bahan dasarnya mudah didapatkan. Selain itu, adanya FOLIART dapat menjadi solusi bagi permasalahan lingkungan yaitu sampah. 

Produk-produk kerajinan semacam ini juga memiliki prospek yang bagus karena masyarakat kerap menjadikannya sebagai bingkisan hadiah untuk acara wisuda, penikahan, ulang tahun, maupun acara-acara lainnya.


"Sampah daun kering mudah ditemukan di mana saja, terutama di wilayah kampus UNS. Saya dan teman-teman satu tim kemudian berpikir mengapa tidak diolah saja menjadi sesuatu yang baru, unik, sekaligus mendatangkan profit. 

Survei yang sudah kami lakukan juga menunjukkan bahwa orang-orang tertarik dengan produk ini. Hitung-hitung berinovasi sambil menangani permasalahan lingkungan yang ada. Terlebih, ide FOLIART ini juga sejalan dengan program pemerintah yaitu meningkatkan ekonomi kreatif", ujar Luluk.


Saat ini, FOLIART menjadi salah satu Program Keativitas Mahasiswa (PKM) 2020 yang lolos didanai oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Novita Wahyuningsih selaku dosen pembimbing berharap agar ide kreatif ini dapat menginpirasi generasi muda lainnya untuk terus berkarya.

"Menjadi mahasiswa itu harus peka, peka terhadap lingkungan, peka terhadap bagaimana cara untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Kegiatan yang dilakukan oleh keempat mahasiswa ini semoga dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk berwirausaha dengan memanfaatkan potensi yang ada di sekitar kita tanpa harus meninggalkan local genius yang ada. Menjadi mahasiswa artinya juga harus siap dengan ide-ide spektakuler yang bermanfaat untuk masyarakat", kata Novita.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x