Mohon tunggu...
Free Idea
Free Idea Mohon Tunggu...

Suka membaca dan lalu menulis. Berpikiran terbuka, tanpa sekat. Bebas berpikir, tetapi tidak menjadi liar berwacana

Selanjutnya

Tutup

Catatan

Bukan Kader dan Tidak Kenal

20 September 2013   10:59 Diperbarui: 24 Juni 2015   07:38 0 0 0 Mohon Tunggu...

Bukan kader - demikian jawab sang petinggi partai. Jawaban diberikan dengan cepat, hingga terkesan otomatis. Aku yang menonton lewat layar kaca jadi garuk-garuk kepala. Jadi kalau seseorang kena kasus atau gagal, dikatakan bukan kader. Sementara yang menang Pilkada, mendadak namanya sering disebut-sebut dan disanjung-sanjung seolah kader partainya. Padahal statusnya sama, bukan kader. Tidak kenal - juga jadi jawaban petinggi partai ketika disodorkan nama seseorang yang terlibat korupsi. Ketika disodorkan foto saat duduk bersama di suatu tempat, jawaban berubah. Cuma kenal muka saja kok. Gak gaul juga nih si bapak - pikirku dalam hati. Naik pesawat bareng, naik mobil bareng, hotel bareng (untung gak seranjang), main bareng - masa gak kenalan. Ada juga menteri yang sangat rajin. Mengurus pekerjaan sampai jam 1 pagi. Sangat merakyat, karena mau main ke rumah rakyat. Juga akomodatif, mau mendengar usulan rakyat soal siapa yang layak jadi pejabat di kementeriannya. Sayang, hingga kini belum jelas siapa menteri yang dimaksud. Padahal dia calon pesaing berat Jokowi. Eh terakhir ada bukan kader yang ternyata mengurusi uang mahar partai. Jumlahnya juga banyak, 8 milyar. Diterima via transfer dan tunai. Katanya yang memberi tanggung jawab adalah Presiden dan Sekjen partai. Sekjen itu bukannya yang sekarang jadi Presiden - tanya seorang kawan. Siapa ? Tidak kenal tuh - jawabku. Selesai

KONTEN MENARIK LAINNYA
x