Mohon tunggu...
Frederikus Suni
Frederikus Suni Mohon Tunggu... Mahasiswa - www.tafenpah.com

*Kata-kata hanya melayang/hilang/lenyap/menguap; tetapi tulisan tetap tinggal/dekat/abadi (Verba volant, scripta manent)* ~~Singgah ke- www.tafenpah.com~~ Ig: Suni_Frederikus~~ Freddysuny18@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup Pilihan

Terjebak Hasrat Turisme

17 Juni 2021   14:29 Diperbarui: 17 Juni 2021   14:43 129 22 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Terjebak Hasrat Turisme
Terjebak hasrat turisme.Today.line.me

Kita tak pernah puas dengan apa yang kita miliki. Ketika kita menguasai satu bidang, pingin nambah dan terus nambah. Akhirnya, kita keteledoran dengan hasrat kita sendiri.

Saya dan kamu pasti memiliki segudang impian yang belum digapai. Berbagai ilmu telah kita pelajari. Beragam argumentasi pun kita sampaikan kepada rekan, klien, orangtua, pacar bisa diterima dengan akal sehat.

Namun, ada kalanya, kita memasuki fase "dilema hasrat turisme."

Apa itu hasrat turisme?

Salah satu penulis TOP religi yang berasal dari daerah saya, Kefamenanu, Timor, NTT yakni; Pater Fritz Meko, SVD melihat pengembaraan hasrat ini dari sudut ilmu NOMADOLOGI.

Nomadologi adalah ilmu yang berkaitan dengan kecenderungan manusia untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Di sini, Pater Fritz Meko, SVD melihatnya sebagai kehampaan ruang prioritas bagi kita.

Muncul lagi pertanyaan bagi saya dan kamu, apa tujuan hidup kita?

 Sekadar saya membawa kita pada permenungan tentang tujuan hidup. Tentu kita semua punya tujuan dalam hidup ini. Karena hidup tanpa tujuan, bagaikan seseorang yang berjalan tanpa roh (jiwa).

Seorang petani punya tujuan yakni hasil panen yang melimpah. Penulis punya tujuan berupa royalti buku. Mahasiswa punya tujuan lulus tepat pada waktunya. Meskipun, setelah kuliah banyak yang bingung mau ngapain!

Dan masih banyak lagi tujuan hidup yang saya tidak bisa menyebutkannya satu per satu.

Who am I?

Siapakah aku ini? Jika seseorang mengubah pertanyaan menjadi" Siapakah kamu? Lalu, menyodorkan pertanyaan ini di tengah terik matahari, saya pasti menjawabnya: bang tolong singkirkan pertanyaanmu, sebelum mulutmu disesaki oleh nasi putih ini!"

Larilah ia terberit-birit, gegara amarahku membuncah di siang bolong.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x