Mohon tunggu...
Frederikus Suni
Frederikus Suni Mohon Tunggu... Mahasiswa - Seenggaknya kamu pernah berkencan denganku di www.tafenpah.com

*Kata-kata hanya melayang/hilang/lenyap/menguap; tetapi tulisan tetap tinggal/dekat/abadi (Verba volant, scripta manent)* ~~Singgah ke- www.tafenpah.com~~ Ig: Suni_Frederikus~~ Freddysuny18@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Opus Manuale (Kerja Tangan) di Tengah Banjir Artificial Intelligence (AI)

9 Mei 2021   18:29 Diperbarui: 9 Mei 2021   21:21 226 19 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Opus Manuale (Kerja Tangan) di Tengah Banjir Artificial Intelligence (AI)
Opus manuale (kerja tangan) di tengah banjir Artificial Intelligence (AI). Dokpri

Transformasi bidang teknologi dan ilmu pengetahuan semakin berkembang setiap hari. Di tengah banjir Artificial Intelleigence (AI) dari produk akal budi manusia, membangkitkan kecemasan tenaga manusia ke depan. Terutama yang berkaitan dengan "Opus Manuale" (kerja tangan manusia).

Opus manuale berasal dari bahasa latin yang terdiri dari dua suku kata yakni opus yang berarti kerja dan manus (tangan). Turunan dari manus bertransformasi ke deklinatio ke-4 dan merujuk pada kerja tangan manusia.


Kita cenderung direduksi untuk menggunakan produk AI dalam setiap pekerjaan. Memang segala sesuatu itu sudah ada masanya.


Sejak zaman nomaden atau kehidupan nenek moyang kita yang berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain, tenaga manusia mutlak digunakan dalam melakukan sesuatu. Meskipun pada zaman Paleolitikum atau nomaden sudah ada alat-alat yang digunakan oleh nenek moyang kita seperti kapak.


Kapak yang biasanya digunakan untuk menebang atau membuka ladang baru. Bukan kapak maut Wiro Sableng 212 yang sangat viral zaman saya masih kecil. Saking viralnya, dinding rumah tetangga juga hampir roboh, gegara rasa penasaran untuk menonton film tersebut. Sekadar intermezzo ya.


Seiring dengan perkembangan zaman, terutama dari revolusi 1.0 yang berkaitan dengan listrik. Revolusi 2.0 yang berkaitan dengan mesin-mesin. Revolusi 3.0 yang berkaitan dengan komputer dan revolusi 4.0 yang berkaitan dengan sistem jaringan internet (Sumber: Fredysuni123.blogspot.com "Dialektika Aku dan Perempuan (Tinjauan Filsafat Liyan Menjelang Revolusi Industri 4.0).


Kecerdasan akal budi manusia dalam menciptakan AI semakin mengerus opus manuale (kerja tangan manusia). Lambat laun pasti opus manuale disingkirkan dengan kehadiran robot yang menggerakan pekerjaan manusia.


Bisa jadi kita hanya duduk manis dan apa yang kita pikirkan langsung dieksekusi oleh mesin robot. Lastas apakah ada ledakan pengangguran di masa depan?


Jawaban dari pertanyaan ini adalah bisa ya dan tidak. Alasan dari jawaban ya adalah kondisi kita saat ini saja sudah semakin digeser dengan mesin-mesin robot. Apalagi 10-20 mendatang. Sedangkan jawaban tidak adalah segala sesuatu belum bisa dipastikan dengan akal sehat. Sekalipun kita menggunakan jasa seorang penerawang.


Yang perlu kita antisipasi adalah ledakan pengangguran di tahun 2030. Karena sesuai dengan asumsi sebagian besar orang bahwasannya 2030 merupakan momentum kebangkitan bangsa Indonesia. Karena didukung dengan bonus demografi usia produktif.


Tak ada yang salah, bila kita menaruh sikap optimis ke depan. Namun, kita juga perlu mawas diri. Karena semakin banyak AI buatan manusia. Semakin besar range atau jarak pemisah antara yang menguasai teknologi dan yang masih berjuang dan mereka yang sama sekali belum menikmati teknologi AI di pelosok-pelosok nusantara.


Kontradiksi AI dan opus manuale akan tetap ada, sejauh adanya kehidupan. Untuk itu, kita harus bergerak dari arah pinggiran, terutama menghadirkan sarana dan prasarana dan tenaga pendidik yang memadai di pelosok-pelosok nusantara. Sejauh ini, langkah pemerintah sudah tepat dan sangat efektif. Namun akan menjadi kuat, bila adanya sinergitas antar semua elemen dalam menggerakan literasi apapun di daerah pinggiran.


Terakhir, tulisan ini tidak bermaksud untuk menggurui siapapun ya. Melainkan opini ini sebagai bentuk kepedulian penulis untuk literasi daerah pelosok nusantara yang belum sepenuhnya diakses dengan mudah oleh siswa didik.


Mudah-mudahan opus manuale dan AI ke depan selalu berjalan beriringan. Tanpa adanya diskriminasi dari produk akal budi kita sendiri.


Salam

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan