Mohon tunggu...
Frederikus Suni
Frederikus Suni Mohon Tunggu... Penikmat Aksara Dari Haumeni

Anak kampung pedalaman Haumeni, Timor - NTT yang hanya bisa mengolah pikir, rasa dan olahraga dalam memaknai seni kehidupan

Selanjutnya

Tutup

Filsafat

Iptek Membantu Manusia, Agama Menyulitkan

22 November 2020   08:34 Diperbarui: 22 November 2020   08:38 160 7 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Iptek Membantu Manusia, Agama Menyulitkan
Pixabay;

Iptek mempermudah manusia, agama semakin menyulitkan manusia.

Penemuan-penemuan terakbar, termasyur Iptek membantu manusia dalam kehidupan. Agama yang menjadi jalan perdamaian, justru dirusak oleh penganutnya. Penemuan Pesawat terbang, teori relativitasi Bumi, Jaringan nirkabel dasar laut, Telepon genggam, Listrik, dll. Dinikmatin oleh banyak orang dalam berinteraksi.

Dewasa ini, agama disalah tafsirkan oleh penganutnya. Bahkan lebih memprihatinkan adalah agama menjadi ladang perpecahan manusia. Mari melihat fenomena/realita kehidupan bangsa Indonesia di era 21. Di mana sumber perpecahan terjadi antara sesama bangsa melalui jalur agama. 

Agama yang seharusnya berada pada jalur privasi, justru menjadi ajang pencarian popularitas, kekuasaan, dan segala embel-embel dalam setiap dimensi kehidupan. Ketika anda melamar pekerjan, mengurus berkas penting, tes apa pun, tentu profil anda disoroti, terutama kepercayaan anda. 

Agama semacam menjadi indikator dari bidang pekerjaan apa pun. Meski anda memiliki potensi di salah satu bidang, tapi hanya karena anda berbeda kepercayaan, maka anda didiskualifikasikan.

Indonesia tak akan maju, bila manusia tetap ngotot akan kepercayaan. Indonesia butuh Sumber Daya Manusia (SDM) handal di setiap bidang kehiduapn.

SDM sudah ada, masalahnya adalah diskriminasi bagi sesama penganut agama.

Di ruang publik penganut agama selalu memotivasi umatnya untuk mengubah mindset, pola pikir dalam membangun bangsa Indonesia. Mirisnya, pemuka agama yang tak mengubah mindset untuk menerima sesama yang berbeda keyakinan.

Lebih baik menyembah Iptek daripada Agama. Filosofi generasi muda zaman now. Pemuka agama saja menjadi sumber perpecahan, bagaimana generasi muda mau beragama? Identitas generasi muda memang mencantumkan kepercayaan yang dianut, tapi itu semacam formalitas saja. 

Generasi muda lebih memilih Iptek untuk mengembangkan passion, hoby, minat, mencari relasi dan belajar pengetahuan baru. Ketimbang menghabiskan waktu untuk berdoa dan beragama. 

Berada pada zona nyaman memang adem, gua yang ditempati serasa istana kecil yang menyimpan sejuta kenyamana. Bila, dunia gua dikritik, zona nyaman akan terganggu, lalu mencari kelicikan dalam bidang apa pun untuk menjatuhkan sesamanya yang berbeda keyakinan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x