Mohon tunggu...
Frederikus Suni
Frederikus Suni Mohon Tunggu... Pengais Aksara dan Penikmat Imajinasi

Manusia hidup dalam dua dimensi, yaitu dimensi terang dan dimensi gelap. Dimensi kelahiran dan kematian. Manusia tak pernah memilih keluarga, tempat dan negara di mana ia dilahirkan. Yang terpenting bagi manusia adalah menghargai arti dan makna kehidupan

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Ruang Rindu

30 September 2020   02:04 Diperbarui: 1 Oktober 2020   11:25 156 4 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ruang Rindu
Pixabay;

Di tengah keheningan malam ini, saya ingin berbagi ruang rindu. Tapi, izinkan saya untuk mengutip lirik lagu dari Sang Maestro Bung Ebiet G Ade. "Elegi Esok Pagi."

"Izinkanlah kukecup keningmu

Bukan hanya di dalam angan

Esok pagi kau buka jendela

Kan kau dapati seikat kembang merah

Engkau tahu aku mulai bosan"

Esok pagi anda dan saya akan merayakan peristiwa kelam G30S 1965. Di sini saya hanya ingin berbagi ruang rindu. Antara anda dan saya hanya mengulangi memori.

Tapi, memori inilah yang menjadi "Jasmerah: jangan melupakan sejarah." Bung Karno telah mengingatkan kita untuk selalu mencintai sejarah. Termasuk mencintai paham komunis. 

Mengapa saya katakan demikian? Karena paham komunis telah meninggalkan jasanya untuk negeri kita. Salah satu buktinya adalah peringatan hari buruh yang jatuh pada tanggal 1 Mei setiap tahun. Melalui paham komunis, kita menikmati hari libur bersama. Kita menikmati ruang publik.

Engkau tahu saya dan anda telah bosan dengan istilah demokrasi. Demokrasi hanya dimiliki oleh segelintir orang. Demokrasi hanya menjadi jargon pemersatu. Tapi, realita berkata lain di lapangan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x