Mohon tunggu...
Frederikus Suni
Frederikus Suni Mohon Tunggu... Novelis

Manusia hidup dalam dua dimensi, yaitu dimensi terang dan dimensi gelap. Dimensi kelahiran dan kematian. Manusia tak pernah memilih keluarga, tempat dan negara di mana ia dilahirkan. Yang terpenting bagi manusia adalah menghargai arti dan makna kehidupan

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Quo Vadis Generasi Online

25 September 2020   00:45 Diperbarui: 25 September 2020   01:16 29 3 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Quo Vadis Generasi Online
Serupedia.com;

Kemarin kita menciptakan sejarah. Hari ini kita menulis tentang sejarah. Besok kita akan menceritakannya kepada dunia. Sejarah 2020 telah menahan segala keinginan dan impian generasi online. Salah satu keinginan terbesar generasi online 2020 adalah beraktivitas secara normal. 

Tapi, kenyataan selalu kontra dengan realita. Di mana generasi online hanya bersua melalui media sosial. Termasuk kegiatan proses belajar mengajar di dunia pendidikan.

Pendidikan adalah gerbang menuju kompas hidup. Lantas kehidupan yang seperti apa? Tentu jawaban setiap orang pasti berbeda. Karena setiap orang bebas berpendapat. 

Pendidikan bagi saya adalah tempat mencari relasi dan pembentukan karakter. Selain ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan selalu berubah mengikuti dunia kapitalis. Sementara karakter dan koneksi akan tetapi abadi.

Bagaimana pendidikan karakter generasi online? Apakah karakter generasi online akan berubah mengikuti algoritma google? Entahlah. Saya bukan skeptis terhadap pendidikan generasi online, namun saya hanya merasa cemas akan pembentukan karakter generasi online. 

Okelah, ilmu pengetahuan melalui pendidikan online terbuka dan fleksibel. Tapi, yang terpenting dari pendidikan adalah pembentukan karakter generasi bangsa.

Karakter adalah gerbang menuju pertahanan yang kokoh dalam mencintai bumi pertiwi. Termasuk keanekaragaman yang ada di dalam bumi pertiwi. Barangkali pendidikan generasi online harus mempertimbangkan pembentukan karakter peserta didik. Karena kebanyakan generasi online rentan terhadap segala paham yang berorientasi pada pembangkangan terhadap nasionalisme.

Saya selalu merasa cemas dengan pendidikan generasi online. Di mana pendidikan secara online tak menyentuh peserta didiknya. Pendidikan hanya via daring. Antara tenaga pendidik dan peserta didik hanya bersua melalui via zoom dll. 

Bagaimana seorang tenaga pendidik mengetahui perkembangan karakter siswanya. Saya menganalogikan pendidikan via online serupa orang yang tinggal di dalam dunia gua. Di mana ia hanya fokus pada dirinya di dalam gua. Lalu ia seolah mengetahui seisi dunia luar. Padahal ia mengisolasi diri di dalam dunia gua.

Memang kita sudah berada di dalam revolusi industri 4.0. Segala sesuatu dikendalikan oleh jaringan internet. Tentu kita tak mengelakan lagi dari kenyataan ini. 

Quo vadis generasi online? Quo vadis pendidikan karakter generasi online?

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x