Mohon tunggu...
Freddy
Freddy Mohon Tunggu... Konsultan - Sales - Marketing - Operation

To complete tasks and working target perfectly. Leave path in a trail.

Selanjutnya

Tutup

Hobby Artikel Utama

Mendongeng, Cara Efektif nan Murah Tingkatkan Kecerdasan Anak

7 Mei 2020   23:27 Diperbarui: 29 Juli 2021   18:33 697
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi mendongeng (Gambar oleh Tumisu dari pixabay.com)

Reading is the birthright of every child and a door opener to leading successful lives - Greg Worrell

Baru saja saya bangun dari tidur di pagi hari, sebuah pesan dari WhatsApp masuk ke hape saya. Ternyata dari mantan atasan saya. Beliau menawarkan saya untuk ikut serta dalam acara bincang seru di Zoom yang digelar oleh penerbit BIP dengan tema "Mendongeng sebagai jalan menuju sukses" dengan menghadirkan pembicara utama mantan atasan saya, Arleen Amidjaya. Kesempatan baik ini tentu saja tidak saya sia-siakan, apalagi keponakan-keponakan saya adalah penggemar buku cerita anak yang ditulis oleh Arleen A. 

Arleen A. merupakan seorang eksekutif keuangan di sebuah perusahaan lubrikan nasional yang merknya dikenal luas dan merajai pasaran lubrikan motor dan motor di Indonesia. 

Kecintaan beliau pada anak-anak dan semangat untuk membantu meningkatkan keinginan anak-anak untuk membacalah yang membuat beliau meluangkan waktunya yang padat untuk terus produktif menghasilkan buku-buku cerita untuk anak-anak.

Saya jadi teringat, dalam film-film barat yang bercerita mengenai keluarga, hampir selalu ada scene di mana orangtua membacakan buku cerita kepada anaknya menjelang anak tidur. Sementara dalam film-film keluarga Indonesia, hampir tidak bisa menemukan scene yang sama. Ini memang cerminan dari budaya kita yang belum terbiasa membaca dan mendongeng untuk anak. 

Padahal di Amerika, dokter anak selain mengingatkan pentingnya faktor gizi, selalu mengingatkan orangtua anak untuk membacakan buku untuk anak-anaknya. Saya belum pernah menemukan hal tersebut pada dokter anak di Indonesia. Nampaknya hal ini perlu dijadikan referensi bagi dokter anak.

Membaca adalah jalan untuk membuka pikiran kita dengan pengetahuan-pengetahuan baru. Sudah banyak penelitian yang mengaitkan kecerdasan anak dengan kebiasaan membaca. 

Namun bagaimanakah caranya kita meningkatkan kecintaan anak-anak untuk rajin membaca? Karena kebiasaan membaca tidak bisa dibentuk melalui pemaksanaan kepada anak-anak. 

Arleen A. menganjurkan agar orangtua mulai membiasakan diri membaca buku cerita kepada anak-anaknya. Dengan sering mendengar cerita yang dibacakan oleh orangtua, anak-anak di saat mulai memiliki kemampuan untuk membaca akan "meneruskan" kebiasaan yang dilakukan orangtuanya, membaca buku-buku. 

Kalau dipikir, kiat dari Arleen memang benar dan ampuh. Sangat tidak mungkin memaksa anak untuk cinta membaca kalau anak-anak tidak pernah mendengar cerita-cerita yang menarik dan melihat orangtuanya membacakan cerita untuk mereka. Dan yang utama juga, selain mendongeng membuat anak-anak suka membaca, juga mempererat ikatan cinta kasih antara orangtua dengan anak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobby Selengkapnya
Lihat Hobby Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun