Mohon tunggu...
Fransiskus Fernando Tarigan
Fransiskus Fernando Tarigan Mohon Tunggu... Anak ketiga dari tiga bersaudara

Always Enjoy

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Buruh dan Pendidikan

3 Mei 2019   07:00 Diperbarui: 3 Mei 2019   07:06 0 3 0 Mohon Tunggu...
Buruh dan Pendidikan
tribunnews.com

Tanggal 01 Mei menjadi hari  yang sakral bagi kaum buruh di Indonesia dan Internasional. Tak kalah pentingnya tanggal 02 Mei menjadi hari yang sakral juga bagi dunia Pendidikan di Indonesia. Tapi masih adakah kesakralan itu terlihat kalau yang terlibat dalam aksi itu hanya segelintiran orang yang masih berjuang akan nasibnya. 

Sementara mereka yang sudah hidup dalam zona nyaman hanya berpura - pura peduli saja dengan Hari Buruh atau bahkan hanya memanfaatkan Hari Buruh sebagai sarana untuk beristrahat dari rutinitasnya atau sekedar rekreasi kemana saja tanpa peduli makna Hari Buruh. Pun sama halnya dengan tanggal 02 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional. 

Masih adakah kesakralan dari perjuangan Ki Hajar Dewantara dari peristiwa sejarah masa lalu. Rasanya sama saja dengan hari Buruh peringatan itu hanya sekedar peringatan tanpa ada makna lagi yang terkandung didalamnya. 

Banyak pelajar yang tidak paham apa itu Hari Pendidikan Nasional, bahkan ada yang tidak tahu siapa itu Ki Hajar Dewantara.  Mereka hanya tahu tanggal 02 Mei itu datang ke sekolah upacara lalu pergi kesana - kemari bersenang - senang dengan kelompoknya.

Memang di jaman milenial seperti sekarang ini kita harus akui segala sesuatunya serba instan dan cepat sampai - sampai sesuatu yang memiliki nilai kesakralan yang harus tetap dijaga  lama - lama akan punah juga. 

Ya itulah tugas kita bersama untuk tetap menjaga sesuatu yang memiliki nilai perjuangan itu. Banyak Buruh yang masih hidup dibawah garis kesejahteraan. Banyak juga masyarakat kita yang pendidikannya tinggi namun hidup dibawah garis kesejahteraan. 

tribunnews.com
tribunnews.com

Buruh dan Pendidikan sama pentingnya dan selalu berkaitan erat. Tidak bisa dilepaskan hubungan antara Buruh dan Pendidikan. Keduanya harus selaras saling melengkapi. Kita semua adalah buruh tak peduli apapun jabatan yang kau emban, tak peduli apapun pendidikan yang kau punya. 

Kita adalah Buruh selama kau masih bekerja diatas bayang - bayang jam kerja, perintah - perintah, target - target yang dituju. Bahkan seandainya kau pun pengusaha kau masih saja Buruh, Buruh untuk dirimu sendiri dan Buruh untuk keluargamu  meskipun kau mempekerjakan para Buruh.

Saat ini yang berpendidikan dan tidak berpendidikan tidak ada bedanya lagi. Sama - sama tidak memiliki akal sehat lagi. Orang -orang hanya peduli terhadap dirinya sendiri tanpa memikirkan orang lain. Kepedulian hanya sebatas diam yang bermakna pura - pura peduli. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2