Mohon tunggu...
Fransisco Xaverius Fernandez
Fransisco Xaverius Fernandez Mohon Tunggu... Guru - Guru SMPN 1 Praya Lombok Tengah NTB

cita-cita menjadi blogger Kompasiana dengan jutaan pembaca, penulis motivator kerukunan dan damai sejahtera. selain penulis juga pengurus FKUB Kabupaten, Pengurus Dewan Pastoral Paroki Gereja Katolik Lombok Tengah NTB.

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Penantian 2: Siap, Laksanakan!

1 Desember 2022   20:13 Diperbarui: 1 Desember 2022   20:19 197
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Laporan Pemimpin Upacara (Dokpri)

Ketiga, pelajaran yang bisa kita peroleh adalah kita pasti dijaga dan tidak dibiarkan terserak dan mati. Seorang komandan dalam sistem komando tahu mana yang terbaik bagi anak buahnya. Demikian juga dengan Tuhan. Cara Tuhan menyayangi kita adalah dengan memberi kita banyak tantangan. 

Kita dibimbing-Nya dengan keras agar kita kokoh dan kuat. Tidak lemah seperti seorang anak manja dimana semua yang kita minta diberikan. Terkadang sepertinya kita diberikan begitu banyak penderitaan, padahal yang di minta Tuhan hanyalah kita datang dan pasrah sepenuhnya pada-Nya.

Keempat, Laksanakanlah tugas dengan penuh tanggung jawab. Walaupun seorang Prajurit sejati tidak memiliki kekayaan namun disiplin tetap harus dijalankan. Sering juga kita pun diberikan tanggungjawab besar untuk melayani umat-Nya, tapi kita tidak diberikan harta yang banyak daripada umat yang kita layani. Bukan berarti Tuhan tidak sayang, karena justru Tuhan akan menganugerahkan hadiah sangat besar pada saat-Nya.

Intinya kita jalankan saja apa yang menjadi kehendak-Nya.

Kelima, Jika kita berhasil menjalankan tugas maka akan diberikan penghargaan oleh atasan kita. Sistem komando memang seperti itu, bahwa prestasi seorang Prajurit dinilai dari seberapa besar kesetiaannya terhadap atasannya. Aku merenungkan semua itu dalam perjalanan ini. Dan kutemui banyak sekali hadiah Tuhan dalam hidupku yang terkadang tidak kusadari.

Keluarga yang baik, istri dan anak-anak yang berbahagia dan sukses dalam masa depannya, komunikasi yang baik dengan sesama kami. Dan yang paling utama adalah kesehatan dan kelancaran rejeki untuk memenuhi aneka kebutuhan hidup dan kewajiban-kewajiban lainnya.

Ya Tuhan, aku tidak layak menerima kedatangan-Mu di rumahku yang kumuh ini. Namun bersabdalah saja maka aku akan sembuh. Dan menerima kasih-Mu yang besar dalam hidupku di dunia ini seperti di dalam surga. Amin.

===

Praya, 1 Desember 2022

Menanti Fajar Yang Sebentar Lagi Datang menyapa.

Dari Guru Opa Frans yang sedang belajar bijak

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun