Mohon tunggu...
Lingkungan

Limbah Tongkol Jagung Disulap Menjadi Tepung

10 November 2018   22:08 Diperbarui: 10 November 2018   22:51 3082 7 1 Mohon Tunggu...

Siapa sih yang tidak kenal tanaman jagung?

Tanaman jagung merupakan salah satu tanaman pangan dimana sering kali biji jagung tersebut dimanfaatkan sebagai sumber bahan makanan. Namun tidak hanya biji jagung yang bermanfaat bagi manusia. Ternyata bonggol atau yang biasa disebut dengan tongkol jagung yang dianggap sebagai limbah dapat menghasilkan uang.

Masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui, apa sih manfaat dari tongkol jagung itu? Yuk...yuk.. yuk.. Kepoin hehe. Nah, biasanya tongkol jagung  ini dimanfaatkan sebagai: pakan ternak, bahan kerajinan, bahan bakar alternatif, dan tentunya dapat diolah menjadi tepung.

Kandungan nutrisi dalam tongkol jagung meliputi kadar air sebesar 29,54% , bahan kering 70,45 %, dan proteinnya 46,52% dalam 100% bahan kering BK (Wardhani dan Musofie, 1991). Tongkol jagung biasanya bertekstur keras, berwarna putih kusam, memiliki berat yang cukup ringan, dan biasanya memiliki rasa manis yang khas jagung. Dengan ciri khas rasa yang manis tongkol jagung dapat diolah menjadi tepung yang digunakan sebagai bahan dasar makanan. Jadi tidak perlu heran apabila tongkol jagung sering digunakan sebagai campuran makanan lain mulai dari campuran kue, roti, pudding hingga campuran es krim. 

Cara pembuatan tepung tongkol jagung ini, pertama tongkol jagung yang sudah dipisahkan dari biji jagung dihaluskan pada mesin penggiling. Setelah melakukan penggilingan kemudian ampas dari hasil gilingan tersebut direndam air hingga pati pada jagung mengendap, pati inilah yang kemudian nantinya akan dimanfaatkan sebagai bahan campuran makanan.

Di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan sudah melakukan pembuatan tepung tongkol jagung dan hasil dari tepung tersebut akan di ekspor ke luar negri. Bantaeng menjual tepung tongkol jagung dari harga Rp. 600 -- Rp. 700 per kilogram. Dengan harga tersebut maka potensi nilai ekspor di Bantaeng bisa mencapai Rp 3,6 miliar dalam setahun. Harga ini masih dibawah harga pasaran di Pulau jawa, yakni Rp 1.000 - Rp 2.500 per kilogram.

Dengan adanya hal tersebut melihat harga jual masih rendah, pendapatan ini diharapkan bisa menyerap tenaga kerja dan meningkatkan hasil dibidang pertanian . "Saat ini ekspor di Indonesia masih terbilang kecil, tetapi sudah ada tenaga kerja yang digunakan sehingga masyarakat setidaknya punya pendapatan, kata Direktur PD Baji Minasa, Arifuddin Paulangi, Jumat (25/3/2011) di Bantaeng, sekitar 125 kilometer tenggara Makassar, Sulawesi Selatan.

Melalui usaha penggilingan tongkol jagung yang diolah menjadi tepung di Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng tenaga kerja yang terserap sebanyak 15 tenaga kerja baru. Mereka bertugas menggiling tongkol jagung, mengemas, mengikat, menjemur, dan mengangkat sampai siap untuk diekspor.

Potensi ekspor tepung tongkol jagung saat ini belum banyak diliirik oleh masyarakat. Padahal, bahan baku yang digunakan untuk mengekspor sangat memadai. Produktivitas jagung pada saat 2018 sekitar 5,1 ton/ha. Dilihat dari hasil produktivitas jagung yang besar maka dapat diperoleh tongkol jagung yang terbilang cukup besar hasilnya, apabila dikelolah dengan bermanfaat.  Akan tetapi masih banyak masyarakat yang belum memanfaatkan tongkol jagung dengan maksimal, apabila masyarakat memanfaatkannya maka akan banyak diperoleh keuntungan diantaranya yaitu produksi jagung di Indonesia meningkat, melalui pembuatan tepung tongkol jagung warga Indonesia banyak yang memperoleh pekerjaan, hasil tepung tongkol ini dapat diekspor ke luar negri sehingga dapat menyumbangkan devisa bagi Negara.

Maka dari itu ayo kita sebagai warga Indonesia ubah limbah mu menjadi rupiah.             

DAFTAR PUSTAKA

Wardhani dan Musofie, 1991. Penggunaan Serasah Jagung Segar Sebagai Pakan Ternak. Tugas Akhir.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x