Nufransa Wira Sakti
Nufransa Wira Sakti pegawai negeri

" Live your life with love " --Frans--

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Sisi Lain Seorang SMI

13 November 2017   15:46 Diperbarui: 13 November 2017   15:52 882 0 0
Sisi Lain Seorang SMI
23376620-10155131476706446-5221749319801876585-n-5a095af25a676f0674476e52.jpg

Sedikit cerita dari acara Annual Meeting World Bank/IMF 2017 yang diadakan pada pertengahan Oktober 2017 yang lalu di Washington DC. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI) sebagai pimpinan delegasi Indonesia disibukkan oleh high level meeting, keynote speech, panelis seminar, bilateral meeting, wawancara dengan pers dan lain-lain. Dalam satu hari, bisa terdapat 7-12 kegiatan yang berbeda. Jadwal yang sangat padat, sehngga seperti mahasiswa yang harus berpindah-pindah ruangan kelas dalam satu hari, dari pagi sampai malam..

Berbagai kegiatan beliau sudah banyak diliput oleh media, Di balik berbagai berita, ada kebanggaan bagi saya yang turut mendampingi hampir di seluruh kegiatan beliau. Bangga punya seorang menteri yang diakui dan dihormati oleh dunia internasional.

Pernah dalam satu lift, kami bertemu dengan Menteri Keuangan dari suatu negara di Asia. Di pertemuan yang singkat tersebut, sang menteri menyampaikan bahwa dia diberi pesan oleh Presiden nya untuk belajar dari Menteri Keuangan Indonesia tentang reformasi perpajakan.Terlihat sekali sang menteri tersebut sangat mengagumi SMI dan banyak bertanya pada waktu yang singkat di dalam lift .

Pada kesempatan yang berbeda, ada satu negara besar Asia yang meminta bantuan SMI agar memfasilitasi peningkatan peran negaranya di World Bank. Dengan memuji eksistensi SMI di World Bank, secara terbuka sang menteri keuangan negara tersebut memohon agar negaranya lebih diperhatikan oleh World Bank.

Dalam satu pertemuan bilateral, ada juga petinggi negara besar yang menggertak akan mengawasi secara ketat jalannya negosiasi perusahaan besar negaranya dengan pemerintah Indonesia. DIa tahu SMI sangat powerful dalam tahapan negosiasi tersebut sehingga perlu sedikit menggertak. Namun SMI tetap tersenyum dan tenang menanggapinya.

Pada saat acara debat terbuka yang diselenggarakan dan disiarkan secara live oleh CNN, Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde bahkan terang-terangan memuji SMI. Didepan ratusan penonton debat, dia berkata secara terus terang bahwa Indonesia menghadapi isu korupsi dan penghindaran pajak yang cukup rumit, dan SMI telah berhasil mendorong upaya untuk mengatasinya. Ucapan Lagarde langsung diikuti oleh tepuk tangan penonton dan menjadi berita di beberapa media internasional.

SMI juga orang yang ramah dan juga tulus dalam memberi perhatian, ketika bertemu salah seorang menteri keuangan yang harus memakai kursi roda, beliau secara spontan menyapa dan menyalami sang menteri sambil menanayakan kondisinya. Beberapa satpam yang bekerja di gedung World Bank juga banyak yang mengenal beliau. Banyak yang menyapa SMI dan dibalas dengan ramah oleh SMI.

Beliau juga sempat mengumpulkan para mantan staf pendukungnya saat bekerja di World Bank dan beramah tamah sambil saling bertukar kabar. Dari satu acara ke acara lain, banyak juga bertemu koleganya ketika bekerja di World Bank, semuanya menyapa ramah dan bahagia bisa bertemu lagi dengan SMI. Banyak kolega beliau yang menyatakan bila SMI sudah selesai dengan urusan negaranya, mereka siap untuk menerimanya kembali bekerja di World Bank.

Dengan jabatan dan penghasilannya yang sangat tinggi ketika bekerja di World Bank, serta eksistensinya yang diakui oleh dunia internasional, SMI seharusnya sudah nyaman dan tenang di Washington DC. Dan beliau bisa bekerja di mana saja dengan kapasitas keilmuannya yang luar biasa, Namun beliau memilih pulang ke Indonesia untuk mengabdikan dirinya kepada negara.

Dari semuanya, saya merasa heran kenapa masih banyak bangsa kita sendiri yang menuduh SMI tidak kredibel, tidak nasionalis, ingin menjual negaranya dan hal-hal lain yang bersifat negatif. Biarkanlah beliau berkonsentrasi menata negara ini, karena saya sangat yakin bahwa beliau tidak pernah lelah mencintai negeri ini.


Jakarta, 13 November 2017



Hoax tentang adanya krisis di 2018

hoax2-5a095aa55a676f09786de202.jpg
hoax2-5a095aa55a676f09786de202.jpg

Hoax tentang aka menjual Pulau Bali untuk membayar utang

hoax1-5a095a929f91ce70f342aee2.jpg
hoax1-5a095a929f91ce70f342aee2.jpg

Hoax tentang Alexis