Mohon tunggu...
Suaviter
Suaviter Mohon Tunggu... Lainnya - Sedang dalam proses latihan menulis

Akun yang memuat refleksi, ide, dan opini sederhana. Terbiasa dengan ungkapan "sic fiat!"

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Menyontek adalah Bibit Korupsi!

9 Desember 2021   09:47 Diperbarui: 9 Desember 2021   10:00 3801
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Korupsi (bahasa Latin: corruptio) merupakan tindakan yang tujuan utamanya untuk memperkaya diri sendiri. Tindakan ini merupakan tindakan yang tidak terpuji, karena jika ditelaah dari akar katanya, korupsi berarti busuk, rusak, menggoyahkan, memutar balik atau menyogok (Latin: corrumpere).

Korupsi tampaknya sudah begitu menjamur di mana-mana. Tidak hanya di Indonesia, tetapi di belahan negara (besar/kecil). Bahkan, di dalam keluarga kecil saja, tindakan korupsi ada.

Bagi pelaku, korupsi itu menyenangkan karena dari situ ia mendapatkan banyak keuntungan yang bisa memperkaya dan mempermudah hidupnya. Lebih menyenangkan lagi, apabila tindakan korupsi itu berjalan mulus dan tak diketahui oleh orang lain. Untuk itu, koruptor biasanya akan bermain sandiwara agar tindakan amoralnya tidak tercium bahkan sampai dipublikasikan.

Sementara bagi korban atau khalayak ramai, korupsi itu merupakan tindakan yang membuat mereka sengsara dan terlantar karena apa yang menjadi hak mereka telah direnggut oleh para koruptor (pelaku korupsi).

Nah, ada satu hal yang menarik. Dalam satu kesempatan mengikuti Character Building sewaktu SMA, saya mendapatkan satu pelajaran berharga bahwa, ternyata aksi menyontek yang umumnya dilakukan (maha)siswa di dalam ujian merupakan satu bibit kecil - namun bisa memberi dampak kuat ke depan -  dari korupsi.

Beberapa hal berikut menjadi argumen logis dari premis di atas.

1. Menyontek merupakan tindakan yang tidak jujur. 

Memang tepat, karena orang yang menyontek akan melanggar hakikat dari satu ujian, yakni menuangkan ilmu yang sudah dipelajari dalam satu kurun waktu tanpa mendapat bantuan dari apa dan siapa pun.

2. Menyontek merupakan topeng.

Orang yang menyontek adalah orang yang sedang memasang topeng bahwa ia mampu mengerjakan soal-soal ujian, padahal sebenarnya tidak. Ia seolah-olah punya kecerdasan yang mumpuni mengerjakan soal, padahal tidak.

3. Menyontek itu sama dengan penipuan.

Dengan menyontek, seseorang akan menipu banyak pihak; diri sendiri, keluarga, lembaga pendidikan; dan masyarakat. Tindakan ini memaksa dia menjadi seorang yang manipulatif terhadap banyak hal.

4. Menyontek membuat sepele banyak hal.

Orang yang mulai belajar dan terlatih menyontek akan terbiasa menyepelakan banyak hal; mulai dari guru di sekolah, mata pelajaran/kuliah, nilai luhur ujian, dan waktu belajarnya. Dengan menyontek, ia berpikir segala kekhawatiran akan dapat diatasi saat ujian, hanya dengan selembar bahan sontekan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun