Mohon tunggu...
Fitriya Z N
Fitriya Z N Mohon Tunggu... Mahasiswi STAI AL-Anwar

Mahasiswi STAI AL-Anwar

Selanjutnya

Tutup

Bahasa

Puasa dalam Pembentukan Insan Kamil

22 Oktober 2019   05:42 Diperbarui: 22 Oktober 2019   06:09 0 0 0 Mohon Tunggu...

  • Ayat Yang Membahas Tentang Puasa

Dalam surah al-Baqarah  ayat 183 Allah mewajibkan orang mukmin untuk berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu terkandung hikmah membersihkan jiwa, menyucikan tubuh, membebaskannya dari akhlak-akhlak yang rendah dan mempersempit jalan-jalan syetan. Sesungguhnya Allah pun telah mewajibkan puasa pada umat-umat terdahulu, karena itulah maka dalam ayat ini disebutkan :

[:]

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana yang diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa

  • Pengertian Puasa dan Ramadhan 

Puasa menurut bahasa adalah menahan, seperti ucapan Maryam sebegaimana yang diceritakan didalam al-Qur'an :

Makna puasa secara istilah adalah menahan dari makan, minum, dan wanita dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari sebagaimana dalam firman Allah swt:

. .[1] 

 

Ramadan berasal dari akar kata  yang berarti panas yang menyengat.[2] Ramadan merupakan bulan yang kesembilan dalam tahun Qomariyah. Sudah menjadi kebiasaan orang-orang Arab kala itu untuk memindahkan suatu istilah kedalam bahasa mereka yang sesuai dengan keadaan. Pada bulan kesembilan suhu disana amat panas, sehingga mereka menyebutnya bulan Ramadan

 

  • Sejarah Puasa 
  •  
  • Puasa Ramadhan mulai disyariatkan pada tanggal 10 sya'ban tahun kedua hijiyah atau setengah tahun setelah umat Islam berhijrah dari Makkah ke Madinah atau setelah umat Islam diperintahkan memindahkan kiblatnya dari Masjidil Aqsa ke Masjidil Haram.
  • Pensyariatan puasa ini didasarkan firman Allah al-Baqarah ayat 183, dari situ dapat dipahami bahwa ibadah puasa pada dasarnya sudah ada pada masa-masa sebelum masa kerasulan Nabi Muhammad, hanya saja praktiknya tidak sebagaimana yang ditetapkan pada syariat Islam seperti  sekarang ini.
  • Setelah turun ayat ini, puasa Ramadhan menjadi kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap muslim yang mukalaf, sehat, dan berkal, semalam satu bulan penuh dengan memenuhi syarat dan rukun yang telah diatur oleh syariat. Puasa pertama kali yang dilasanakan oleh Rasulullah adalah puasa bulan Asyura, yaitu puasa yang dilaksanakan masyarakat Quraisy ketika itu, dan setibanya di Madinah nabi pun memerintahkan puasa pada bulan itu. Setelah turun perintah berpuasa pada bulan Ramadhan,  nabi memerintahkan para sahabatnya untuk berpuasa bagi siapa saja yang menghendaki.[3]
  •  
  • Puasa tidak hanya dilakukan di masa Rasulullah saw, namun juga telah ada sejak di masa Nabi Musa meskipun tidak ada ketentuan di Taurat, Zabur dan Injil tentang peraturan akan waktu dan bilangan dalam berpuasa.
  •  
  • Nabi Musa sendiri pernah berpuasa selama 40 hari. Sampai saat ini orang Yahudi masih melakukan puasa-puasa pada hari-hari tertentu; puasa hari minggu sebagai peringatan hancumnya Yerussalem dan diambilnya kembali. Puasa hari ke sepuluh pada bulan ketujuh menurut perhitungan mereka yang mereka perhitungkan sampai malam.
  •  
  • Dalam kitab Injil, Nabi Isa al-Masih menganjurkan berpuasa, tetapi jangan dilagakkan. Buatlah seakan-akan orang tidak tahu bahwa engkau berpuasa, minyaki rambut baik-baik dan cuci muka agar tidak terlihat kusut karena puasa. Puasa orang Kristen yang terkenal ialah Puasa Besar sebelum hari Paskah. Adapun puasa mereka menurut peraturan lama, yakni makan hanya sekali dalam sehari semalam, kemudian ada perubahan, yaitu masa ditengah malam sampai tengah hari.
  •  
  • Orang Hindu pun memiliki puasa, demikian pula pengikut agama Budha. Biksu (pendeta Budha) berpuasa sehari semalam, dimulai tengah hari, tetapi boleh minum.
  •  
  • Dengan demikian, dapatlah kita tarik kesimpulan bahwa puasa adalah Syari'at yang penting didalam tiap-tiap agama meskipun ada perubahan-perubahan hari ataupun bulan. Setelah Rasulullah saw diutus ditetapkanlah puasa buat umat Islam pada bulan Ramadhan dan dianjurkan pula menambah dengan hari-hari lain. Maka setelah diterangkan bahwa kewajiban berpuasa dipikulkan kepada orang-orang yang beriman dan juga kepada umat-umat sebelumnya.[4]

 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
KONTEN MENARIK LAINNYA
x