Mohon tunggu...
Fitri Manalu
Fitri Manalu Mohon Tunggu... Lainnya - Best Fiction (2016)

#catatankecil

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerpen | Salam Terakhir

4 September 2018   09:45 Diperbarui: 4 September 2018   19:36 769
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi (Pixabay)

Kamu tersenyum lega lalu menunjuk burung-burung yang melintas. "Kita akan duduk di sini, menyaksikan burung-burung itu pulang, dan menjemput senja-senja kita setiap hari. Kau berjanji?"

Aku mengangguk.

"Kalau  begitu, berikan senyuman termanis untukku."

Aku tersenyum. Pada saat bersamaan, kegelisahan kembali menyeruak dalam benakku.

***

"Kamu sudah berjanji padaku."

Aku membisu.

Kamu melanjutkan kata-kata. "Kamu tahu? Burung-burung itu masih terbang beriringan pulang."

Nyeri. Kepedihan di sepasang matamu lebih pedih dari sayatan sembilu.

"Semua benar-benar masih sama. Tak ada yang berubah."

Aku tahu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun