Mohon tunggu...
Fitri Haryanti Harsono
Fitri Haryanti Harsono Mohon Tunggu... Jurnalis Kesehatan Liputan6.com

Fitri Haryanti Harsono, akrab disapa Oshin, berprofesi sebagai Jurnalis Kesehatan Liputan6.com di Jakarta, Indonesia. Meraih Penghargaan The Best Employee KapanLagiYouniverse (KLY) 2019. Fitri menyelesaikan beasiswa untuk menggarap liputan khusus imunoterapi kanker periode November-Desember 2019. Dalam penulisan, Fitri spesialisasi menulis feature/investigasi reporting/indepth-reporting. Terhubung dengan Fitri di Twitter @v3_aishiteru dan Facebook. Email: fitri.harsono91@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Artikel Utama

Cerita Pilu Pasien Rawat Inap, dari Pasang Selang Sampai Ajal di Depan Mata

1 Oktober 2016   12:46 Diperbarui: 2 Oktober 2016   03:24 2764 20 13 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Cerita Pilu Pasien Rawat Inap, dari Pasang Selang Sampai Ajal di Depan Mata
Ilustrasi Shutterstock.com

Anda ingin memahami hidup 'sehidup-hidupnya?' Saya sarankan Anda berkunjung ke rumah sakit. Di sanalah Anda pasti akan bersyukur betapa Anda sekarang diberi kesehatan dan kesempatan hidup lebih baik.

Tak perlu menggerutu, hidup Anda belum sukses seperti teman-teman lain. Anda diberi tubuh sehat saja sudah sepantasnya bersyukur. Anda masih doyan makan, bisa jalan-jalan, dan menghirup oksigen alami merupakan nikmat yang luar biasa.

Selama dua minggu ini, saya harus menjalani serangkaian persiapan operasi di salah satu rumah sakit ternama di Depok, Jawa Barat. Ruang rawat inap, tempat saya menginap memuat tiga pasien. Pasien yang menderita sakit memang membuat saya berpikir, sehat itu mahal.

Pasien yang menginap datang silih berganti. Kondisi pasien yang satu ruangan dengan saya cukup berat. Tatkala mendengar penyakit dan rintihan kesakitan akibat dipasang alat dan sakit bisa dibilang memilukan. Bahkan saya merinding ngeri, bukan karena melihat hantu, melainkan membayangkan kondisi pasien tersebut.

Pasang Selang ke Usus

Anda tak perlu menunda ke dokter saat terkena muntaber (muntah berak-berak). Terlebih lagi meminum obat-obatan ala warungan yang belum tentu sembuh. Muntaber Anda bisa saja jadi makin parah. Seperti halnya, seorang nenek yang dirawat di sebelah saya.

Ditemani anak lelaki dan keponakannya, sang nenek berkalli-kali ganti pembalut untuk mengurangi intensitas ke kamar mandi. Ternyata sang nenek mengalami muntaber. Muntah-muntah agak berkurang tapi buang air besar dalam jangka waktu pendek masih terjadi.

Saya pikir muntaber biasa yang cukup parah sampai kekurangan oksigen. Sang nenek menderita muntaber berdarah, buang air besar berdarah. Bulu kuduk saya makin merinding saat dokter mengatakan, pasang selang sampai ke usus.

Hal tersebut untuk melihat kondisi lebih jelas usus pasien. Hasil pemeriksaan USG terbilang tidak begitu rinci memahami kondisi usus pasien. Dipasang selang? Terbayang wajah almarhum nenek saya yang dipasang selang pernapasan dari hidung.

Luar biasa sakit. Bagaimana sakitnya kalau dipasang selang sampai ke usus?

Diskusi keluarga berlangsung, saya cukup menyimaknya. Bukan sengaja menguping, suara mereka memang jelas terdengar. Dari penuturan sang nenek, sebelumnya ia pernah dipasang selang sampai ke usus.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x