Regional

Festival Sojiwan Mendapat Apresiasi Positif

17 Juli 2017   17:22 Diperbarui: 17 Juli 2017   17:39 76 1 0
Festival Sojiwan Mendapat Apresiasi Positif
Dokumentasi pribadi

Klaten - Masyarakat mengapresiasi adanya Festival Sojiwan III dengan mengikuti rangkaian acara yang berlangsung selama dua hari. Puncak acara yang jatuh pada hari Minggu (16/7) dimeriahkan oleh pertunjukkan tari tradisional dan dihadiri oleh Prof. Dr. Timbul Haryono, M.Sc. (budayawan sekaligus dosen UGM).

Festival Sojiwan berlangsung selama dua hari, yaitu Sabtu dan Minggu. Festival ini adalah kali ketiga diselenggarakan dengan beberapa rangkaian acara yang lekat hubungannya dengan kebudayaan. Agenda pada hari pertama diawali dengan karnaval seni budaya. Hari berikutnya, sebanyak 1.600 orang mengikuti senam massal dilanjutkan dengan pertunjukan karawitan dan tarian tradisional dari berbagai sanggar di Jateng.

Pada puncak acara, beberapa penari unjuk kebolehan di pendopo desa Kebondalem Kidul, Prambanan, Klaten. Tarian yang mereka tampilkan diantaranya adalah Roro Ngangsu, Jangkrik Genggong, dan masih banyak lagi. Mereka ada yang berasal dari Banjarnegara, Purwokerto, Klaten, Ungaran, Karanganyar dan lain sebagainya. Beberapa dari mereka bahkan ada yang masih duduk di bangku kelas 1 SD. 

Tidak hanya masyarakat setempat yang mengapresiasi kegiatan ini, Prof. Dr. Timbul Haryono, M.Sc. (budayawan sekaligus dosen UGM) merasa haru atas antusiasme peserta dari berbagai wilayah di Jateng dalam mensukseskan acara ini. Ia berharap kegiatan ini menjadi agenda tahunan kabupaten Klaten dan mampu menjadi sarana edukasi juga memajukan sektor ekonomi warga sekitar.

Selepas para menari mengisi puncak acara di pendopo, mereka dipersilakan untuk menikmati hidangan khas setempat dan berfoto di candi Sojiwan. Pada hari itu juga pengunjung mengabadikan kunjungan mereka di halaman candi.

Festival Sojiwan memiliki potensi yang kuat untuk memajukan sektor pariwisata dan ekonomi apabila digarap dengan serius serta mendapat perhatian dari berbagai pihak. Mengingat lokasinya tidak jauh dari candi Prambanan dan adanya apresiasi positif dari berbagai sanggar yang berpartisipasi dalam mengisi acara.

Halaman candi Sojiwan cukup nyaman untuk sejenak melepas penat bersama rekan atau keluarga. Pekarangannya yang bersih membuat pengunjung tidak ragu untuk duduk-duduk di atas rerumputan. Di dekat pintu masuk candi terdapat peta wisata kabupaten Klaten sebagai referensi lokasi wisata berikutnya bagi pengunjung.

Jadi, berminatkah pembaca sekalian mengunjungi candi ini pada Festival Sojiwan berikutnya?