Mohon tunggu...
Fitrah Abdilah
Fitrah Abdilah Mohon Tunggu... Freelancer - Menulis

Menulislah, maka kamu akan ada dalam sejarah

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Kuliah Online Layaknya Cerita Horror

6 Juli 2020   03:00 Diperbarui: 2 September 2020   20:53 1402
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
sumber ilustrasi: pixabay.com/Xandra_Iryna

Sitem Perkuliahan Berbasis Online Sangat Dikeluhkan Mahasiswa, Tapi ada juga mahasiswa yang mendukung penuh.

Di tengah pandemic Covid-19 yang belum juga menunjukkan tanda-tanda akan usai, masyarakat terpaksa harus menjalani puasa pada bulan romadhon 1441 hijriah dengan banyak hal yang harus dilakukan hanya di dalam rumah. Sebenarnya bagus, masyarakat bisa fokus untuk menjalankan ibadah puasa, tapi bagi mahasiswa tidak serta merta demikian.

Mahasiswa masih harus menjalankan perkuliahan dengan sistem online, sistem yang sebenarnya bisa saja membuat ventilasi pikiran mahasiswa berdebu. 

Jarang di bawa keluar, hanya sebatas berkutat di dalam rumah saja, menjalankan kuliah dalam jaringan (daring), dan tugas yang sistem pengadaannya cukup membuat naik pitam.

Satu diantara mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu, Febriyanto Dwi Hadi Priyono menuturkan, jika baginya kuliah online cukup menyeramkan, dan dia juga merupakan korban dari keganasan kuliah online yang baru berjalan kurang dari dua bulan ini.

Febriyanto bersikeras, jika sebaiknya dosen mengkaji lagi pengaplikasian kuliah daring yang selama ini telah berlangsung. Seharusnya, diadakan survey terhadap para mahasiswa, apakah sistem yang dugunakan sudah tepat atau tidak.

Sebaiknya, juga, seorang dosen harus mampu mencarikan solusi terbaik, untuk tetap menjalankan perkuliahan secara online tanpa merugikan pihak lain. 

Jika kuliah online ini bisa dibikin enjoy, tidak mesti harus dibikin belibet, itu namanya salah kaprah dalam memahami situasi dan kondisi yang ada.

Kuliah online merupakan langkah solusi, agar mahasiswa tetap bisa kuliah, dan dosen tetap mengajar di tengah epidemic corona ini. Bukan malah dijadikan ajang coba-coba, transisi metode pengajaran, dari tatap muka, ke tatap handphone. Tentunya ini merupakan kebijakan yang tentunya sangat keliru.

Tidak sedikit mahasiswa yang harus keluar rumah hanya untuk eksplorasi sinya provider yang mereka gunakan. Pasalnya, tidak semua desa memiliki sinyal yang tergolong stabil. Bahkan, ada mahasiswa yang sering menghilang tiba-tiba di tengah aktivitas kuliah online sedang berlangsung.

Sebenarnya, bukan mahasiswa itu sendiri yang menginginkan tiba-tiba menghilang, melainkan kendala sinya yang memang selalu putus-putus, atau kehabisan kuota internet di tengah perjalanan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun