Mohon tunggu...
Fisal Hafiz
Fisal Hafiz Mohon Tunggu... Mahasiswa - Management UPI 2018

-

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Sudah Efektifkah Pembelajaran Jarak Jauh bagi Guru dan Siswa di Masa Pandemi Ini?

26 Juli 2021   00:41 Diperbarui: 26 Juli 2021   01:34 62 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sudah Efektifkah Pembelajaran Jarak Jauh bagi Guru dan Siswa di Masa Pandemi Ini?
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Pada Tanggal 24 Maret 2020 Kementrian Pendidikan  dan kebudayaan (Mendikbud)  yakni Nadiem Anwar makarim mengumumkan melalui surat edaran No. 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa darurat Coronavirus Disease (Covid-19) bahwa pembelajaran tatap muka akan diganti dengan pembelajaran jarak jauh dengan peraturan ini juga Mendikbud menghapus Ujian Nasional 2020 serta ujian kenaikan kelas diubah menjadi tes secara daring ataupun tugas secara jarak jauh.

Hal ini berlanjut sampai saat ini (Juli 2021), dimana pembelajaran jarak jauh masih diberlakukan karena meningkatnya kasus  Covid-19 . Hal ini tentu berdampak besar kepada dunia Pendidikan di Indonesia yang sudah 1 tahun lebih tidak dapat melakukan pembelajaran tatap muka secara langsung. Tentu dengan pemberlakuan pembelajaran jarak jauh ini membuat guru dan siswa harus beradaptasi dengan segala kondisi yang ada.

Tidak terkecuali di wilayah Kab. Bandung tepatnya di SMPN 1 Pangalengan dimana guru harus beradaptasi dengan kemajuan teknologi, dan diharuskan untuk memberikan materi secara daring. Guru yang sudah lanjut usia dipaksa untuk melek teknologi. Dimana yang menjadi kendalanya adalah sulitnya mencerna hal-hal baru didalam hidup mereka, seperti peribahasa yang sering kita dengar yakni “Belajar diwaktu kecil bagaikan mengukir diatas batu sedangkan belajar diwaktu tua bagaikan melukis diatas air”.

Kendala tidak hanya dialami oleh guru, beberapa siswa juga mengalami berbagai kendala. Mulai dari keterbatasan kuota, jaringan internet yang buruk, penghasilan orang tua yang pas-pasan membuat anak sulit untuk mengikuti pembelajaran dengan alat yang seadanya, dan kurangnya semangat siswa dalam pembelajaran daring. Hal ini pun menjadi perhatian peserta KKN SMPN 1 Pangalengan sehingga dilakukannya pematerian terhadap siswa SMPN 1 Pangalengan dengan judul  “Menumbuhkan semangat  belajar siswa di masa pandemic”. Kami melakukan pematerian yang diakhiri oleh sesi diskusi dimana para siswa mengeluhkan tentang sulitnya mencerna materi dengan keterbatasan penjelasan yang ada.

Salah seorang guru IPS SMPN 1 Pangalengan yakni Ibu Tia, juga menambahkan permasalahan dari sudut pandang guru mulai dari keterbatasan jaringan, keterbatasan handphone, dan ekonomi yang beragam menjadi kendala dilakukannya Zoom Meeting/Google Meet karena sangat menguras kuota dan jaringan siswa yang buruk. Hal ini menjadi kendala guru untuk menjelaskan secara rinci perihal materi yang disampaikan.

Pembelajaran jarak jauh ini bukan hanya berdampak kepada sulitnya penyampaian materi dari guru ke siswa. Namun akan sangat berdampak terhadap psikis anak. Dimulai dari kehilangan sosok guru yang menjadi teladan hingga berkurangnya tempat untuk bersosialisasi dengan teman sebayanya. Maka dari itu peran orangtua sangat dibutuhkan untuk memastikan anak tetap bisa belajar dengan baik dan tidak stress meskipun banyak kendala yang dihadapi.

Kendala di SMPN 1 Pangalengan ini mungkin hanya satu dari sekian banyak sekolah yang mengalami kendala serupa, oleh sebab itu para guru pun, berharap agar pemerintah dalam segala aspek dan khususnya kemendikbud dapat memberikan kebijakan yang menyelamatkan generasi saat ini.  Karena para guru pun menyadari kegiatan pembelajaran jarak jauh ini kurang efektif dan harus ekstra keras untuk menumbuhkan semangat para siswa dalam melakukan pembelajaran secara jarak jauh.

Kendati dengan kondisi seperti itu para tenaga didik tetap semangat dalam mengajar dengan membuat 2 opsi pembelajaran seperti memperbarui metode pembelajaran dan terus mempelajari platform pembelajaran digital dengan membuat materi dari Power-point untuk dibagikan di grup Whattsapp siswa agar siswa dapat memahami dengan baik walaupun hanya melalui grup Whatsapp dan bagi mereka yang terkendala alat penunjang pembelajaran dan jaringan maka dibuatlah modul yang setiap minggunya diperiksa oleh guru yang bersangkutan terkait tugas yang diberikan.

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN