Mohon tunggu...
firza syailendra
firza syailendra Mohon Tunggu... Administrasi - Warga di jakut

Im fat n un fashion able

Selanjutnya

Tutup

Hobby

Baca Tulis

2 Juli 2022   17:56 Diperbarui: 2 Juli 2022   17:58 24 5 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Hobi. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Rawpixel

Hobi menulis tak lepas dari banyak membaca buku2 orang tuk disuguhkan ke orang lain dalam bentuk ringkasan ide dari buku tsb ditambah sedikit dengan komentar2 kita yg nakal, ya inilah yg pihak kompas selalu ingatkan saya ketika saya mau coba tulis2 dengan mengirim email 

Bila kita rangkum beberapa buku yg sedang trend tuk kita suguhkan ke pembaca tentu hal ini akan sangat menarik minat pembaca dimana mereka tak perlu keluar biaya tuk bisa tamasya baca buku2 keluaran terbaru, namun kegiatan ini akan sangat besar biayanya bila 1 buku bernilai 100-150 ribu rupiah, belum lagi dalam membacanya bisa dibutuhkan waktu seminggu hingga kita bisa mendapatkan ide2 baru yg dimaksud oleh buku tsb 

Keahlian baca tulis itu skill anak sd ya namun menjadi narasumber dari buku2 yg sedang trend tentu bukan kemampuan semua orang, dijaman dulu kemampuan baca tulis dapat menjadi tebusan diri dari tawanan perang agar ia ajarkan ke rakyat diluar penjara nya kemampuan tsb dengan cuma2 sebagai tebusan ia dari penjara

Jika menulis berdasar pengalaman kita itu ketika sedang dibangku kuliah yg saya pelajari bahwa ada kesepakatan dari kaum sarjana bahwa dilarangnya memberi ajaran ke orang lain berdasar pengalaman kita, ketika di kuliah saya kira hal tsb agak aneh namun ketika saya temani bapa saya tuk menjual ide ke partai2, bapa saya mendapat sindiran persis seperti itu bahwa solusi masalah yg diberikan bapa saya adalah dianggap mereka sebagai jamu, ya bahwa tiap bidang ilmu ada solusi menurut ilmu mereka dengan jenjang tertentu bukan solusi seperti jawaban essai di ujian dengan julukan mengarang indah, yaitu jawaban yg terlihat baik namun tak menjawab secara bidang keilmuan 

Jadi bapa saya berusaha menjual ide yg dulunya dihargai 100jt per ide oleh partai2 tsb, ketika saya ditiap kesempatan membaca kata2 literasi yg terbayang oleh saya adalah tukang jamu bahwa apa yg disuguhkan hanya berdasar pengalaman dan cerita2 guyon tanpa makna ilmu sedikit pun, saya jadi ter trigger atau terpicu tuk sampaikan ini ke pembaca bahwa kaum2 sarjanawan jika sudah menyinggung kaum tak sekolahan dengan sebutan tukang jamu 

Jika kita masuk ke perpustakaan tuk menyelam di buku2 baru kita referensi kan disini itu bisa dibilang dalam 2 Minggu maka kita hanya bisa posting satu judul saja namun yg agak berbobot, ya jika itu suatu tuntutan dari sini bahwa kita harus menyelam di perpustakaan maka bisa dibilang disini bukanlah tempat tuk berkomunitas sembarangan karena dengan menulis disini kita juga dapat kemudahan tulisan kita ada di mesin pencari internet kan jika tulisan kita berbobot mungkin kita juga yg dapat untungnya mungkin disewa sebagai freelance di sebuah rubrik, ya selamat menyelam di perpustakaan kompasianer 

Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobby Selengkapnya
Lihat Hobby Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan