Mohon tunggu...
Firza Maulana
Firza Maulana Mohon Tunggu... Mahasiswa

Kenapa terus belajar? "Karna saya belum tau banyak hal".FirzaMaulana

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Nalar Berasumsi dan Perspektif Logika dalam Teori

3 Desember 2019   22:49 Diperbarui: 3 Desember 2019   22:44 0 0 0 Mohon Tunggu...
Nalar Berasumsi dan Perspektif Logika dalam Teori
Marketeers.com

Ditengah era hoax, bagaimana peran jurnalis seharusnya.

Penilaian informasi dalam berasumsi terdapat pola pikir bagi publik, baik pola pikir negatif dan positif. Informasi yang disajikan media saat ini rentang terjadi konflik apabila berita yang terikat Ras, Agama, Budaya dan Antargolongan.



Dalam hal ini nalar Berasumsi dalam hal menilai dan memilah informasi yang disajikan media butuh perspektif logika dalam teori, agar publik mengerti settingan atau drama yang sedang diperankan dalam sebuah isu.



Jadi bisa disimpulkan bahwa Isu hangat yang diperbincangkan dibuktikan oleh fakta, lalu jika isu yang lama berlalu dikaji dengan memperkuat dari sejarah.



Maka tak heran sekarang mengapa perpecahan dalam masyarakat dan opini publik bersifat kritik dilontarkan pada sebuah isu, sebab jurnalis media informasi kurang paham tentang mengemas sebuah berita.


Apalagi Isu-isu pemerintahan sekarang, bagaimana bisa menemukan solusi dari sebuah persoalan, lagi dan lagi malah bertambah rumit pemerintahan dengan lontaran kritik publik.



Dengan kejadian seperti ini, akan lahir informasi hoak yang beragam, sebab, nilai berita sudah akurat dalam penyampaian Namun belum cukup fakta untuk dipercaya. 

Maka disini peran jurnalis dalam memberantas Hoax dengan memberikan nilai pada sebuah berita yang mampu menyadarkan pembaca dengan berpihak pada kebenaran dan tidak menyebabkan konflik dalam sudut pandang karena kesalahpahaman.

Lalu bagaimana dengan publik, untuk hal ini lebih kritis menilai sebuah informasi, nalar asumsi dalam menilai berita, perspektif logika haruslah diutamakan. 

Supaya apa?



Supaya terhindar dari kesalahpahaman semata. Maka untuk menyatukan dan tidak menambah konflik dalam kehidupan bangsa, jurnalis berhak memberi nilai-nilai berita supaya pola pikir publik dalam menilai informasi bisa lebih terarah dan tidak memanipulasi.




VIDEO PILIHAN