Mohon tunggu...
Firdha Rahma
Firdha Rahma Mohon Tunggu... Menulis dan fotografi adalah separuh hidup

Malang, Indonesia ; Hobi fotografi menggunakan smartphone ; Hobi menulis apapun itu

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Terkadang Aku Berpikir Hidupku Tak Adil

5 Desember 2017   16:27 Diperbarui: 5 Desember 2017   16:32 2397 3 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Terkadang Aku Berpikir Hidupku Tak Adil
Sumber : www.mitabaka.blogspot.co.id

Pernahkah kalian merasa bahwa hidup kalian tak adil ? Di kala kita telah berusaha dengan begitu kerasnya dan doa yang tiada henti untuk dipanjatkan, tetapi hasilnya tetap saja nihil. Karena sudah terlanjur putus asanya, sampai menganggap kalau Tuhan itu bersikap tak adil kepada kita. Pasti kita menanyakan kepadaNya, kenapa hidupku terus begini , kenapa hidupku tak semulus dia, kenapa usahaku selama ini sia-sia, kenapa doaku tak kunjung terkabul padahal setiap hari sudah berusaha dan berdoa. Semua hal itu pasti pernah kita lakukan tanpa kita sadari.

Seperti yang aku alami sekarang. Aku sudah lulus dari kuliah sejak setahun lalu. Dengan tekat yang kuat, aku terus mencari pekerjaan. Karena otakku yang tak begitu pintar, jadi aku mencari pekerjaan yang aku bisa dan sebisa mungkin sesuai dengan hobiku biar aku tidak terbebani pada saat kerja. Aku terus mencari-cari pekerjaan lewat website lowongan pekerjaan, website lowongan kerja yang disediakan oleh kampusku , instagram dan Official Account di salah satu aplikasi chatting. Semuanya sudah kulakukan , dan terus menerus meminta kepada Allah agar aku mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuanku dan sebisa mungkin bertempat di Malang supaya aku bisa menjaga mamaku.

Hari demi hari aku lalui dengan kebiasaanku mencari lowongan pekerjaan lewat apapun. Dan beberapa perusahaan memanggilku untuk datang interview. Setelah melakukan interview , ada yang berkabar ada juga yang tidak. Kebanyakan sih selama ini tidak ada kabar. Entah itu tidak diterima atau memang masih belum pengumuman. Aku menunggu dengan sabar , karena mencari pekerjaan itu tidak semudah yang dibayangkan. Saingan yang begitu banyak apalagi di Kotaku ini membuat lapangan pekerjaan semakin sulit, sehingga teman-temanku lebih banyak untuk hengkang dari Malang.

Melihat teman yang satu persatu telah mendapatkan jalannya sendiri-sendiri. Seperti melanjutkan ke S2, menikah dan mendapatkan kerja membuatku tersenyum sendiri. Karena memang kita tidak akan pernah tau apa jalan yang kita tempuh kedepannya.Semua atas kehendak Allah dan yang pasti itu adalah jalan yang terbaik yang dipilihkan olehNya.

Memang ini kehendak Allah, tetapi apa ini jalanku ? Aku sudah menganggur selama setahun dan itu belum ada perkembangan. Memang sih aku sekarang menjadi freelancer untuk membantu projek buku dan disertasi , tapi kan ini Cuma freelancer yang penghasilannya tidak tetap dan tidak setiap hari bekerja. Hal ini membuat aku semakin frustasi. Teman-temanku sudah mendapatkan pekerjaan masing-masing, sedangkan aku masih seperti ini saja. Aku malu terhadap teman-temanku, sedih rasanya masih belum memiliki penghasilan sendiri. Sempat berfikir untuk usaha tetapi aku tak cukup mempunyai niat yang besar untuk itu karena memang aku tidak bisa dalam berbisnis.

Aku sedikit iri dan kecewa untuk hari ini. Karena aku melihat teman dekatku mempunyai pekerjaan. Bukan karena aku tidak senang meihatnya mendapatkan pekerjaan, hanya saja itu tidak adil menurutku. Ia mendapatkan pekerjaan di tempat Ayahnya bekerja. Baru interview hari ini ia langsung diterima bekerja. Jujur ada rasa sedih yang sangat di hatiku. Ia tidak perlu bersusah payah untuk mencari pekerjaan, hanya tinggal menaruh lamaran lewat Ayahnya. Sedangkan aku sudah setahun kesana kemari dengan tenaga dan fikiran yang begitu lelah, tetapi semua belum terbayar sampai saat ini. Bolehkah aku berkata jujur ? Kalau aku sangat ingin jadi dirinya yang mendapatkan pekerjaan dengan mudah padahal belum setahun dia lulus dari kuliah. Itu semua sungguh menyakitkan hatiku. Sampai kapan aku begini terus.

Dari semua itu aku sadar, semua memang ada hikmahnya. Jalan setiap manusia telah diatur oleh Allah dengan sedemikian rupa. Kata orang-orang "jika kamu merasa hidupmu berat, berarti Allah sayang padamu dan kamu akan dinaikkan derajatnya olehNya". Aku mengeluh karena aku terlalu sibuk membanding-bandingkan hidupku dengan hidup orang lain. Mungkin usaha dan doaku masih sangat kurang sehingga Allah ingin mendengar pengaduanku lebih banyak lagi. Aku percaya semua pasti akan terjawab pada waktu yang tepat.  

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x