Mohon tunggu...
Firdaus Deni Febriansyah
Firdaus Deni Febriansyah Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Content Writer

Seorang freelance content writer, bloger, dan kontributor di beberapa media

Selanjutnya

Tutup

Politik

Pentingnya Grup WA bagi Kabinet Indonesia Maju

4 April 2021   23:10 Diperbarui: 4 April 2021   23:12 396
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
sumber gambar : pixabay.com

Nggak tau kenapa belakangan ini saya merasa koordinasi antar Kementerian nggak berjalan dengan baik. Menteri A ingin begini, menteri B ingin begitu, ingin ini ingin itu banyak sekali perbedaannya.

Yang terbaru dan masih anget-angetnya adalah soal mudik 2021. Awalnya sih, Pak Budi menyatakan bahwa nggak ada larangan mudik, eh tiba-tiba Pak Muhadjir konferensi menyatakan bahwa mudik dilarang.

Nggak cukup sampai disitu doang, sebelumnya polemik impor beras juga menyeruak. Beda pendapat antara Pak Syahrul dan Pak Air tentang perlu nggaknya melakukan impor beras. Untungnya Pakde Jokowi sudah ambil keputusan tentang hal ini.

Duh eh, kok bisa sih nggak kompak gini? Kalian satu team Lo... Team Kabinet Indonesia Maju. Yang jelas saya nggak tau apa penyebabnya, tapi saya mencoba memberikan saran yang mungkin sangat berguna yakni dengan membuat grup WA.

Hah grup WA?

Iya grup WA alias grup whatsapp. Jadi, di dalam grup itu isinya Pak Jokowi, Pak Maaruf, dan anggota kabinet Indonesia Maju. Termasuk pejabat setingkat menteri.

Istri dan anak-anak termasuk keluarga menteri nggak perlu dimasukkan. Termasuk juga Ibu Iriana, sebab grup WA Kabinet Indonesia Maju bukanlah WAG Keluarga tapi WAG khusus kepala pemerintahan dan anggota kabinetnya.

Bagi saya grup WA perlu dibentuk atas beberapa alasan yakni sebagai berikut :

 

Supaya Nggak Miskomunikasi Lagi

Biar nggak Miskomunikasi lagi, sebelum disampaikan dipublik komunikasikan dulu di grup WA. Lah, bukannya udah ada rapat ya?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun