Mohon tunggu...
Firdaus
Firdaus Mohon Tunggu... Guru dan Dosen

Suka membaca teks dan konteks.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Menyelami Makna Ayat "Fabiayyi Aalaai Robbikumaa Tukadzzibaan"

9 Juli 2020   23:33 Diperbarui: 9 Juli 2020   23:27 1 0 0 Mohon Tunggu...

Tentu sebahagian kita pernah mendengar bahkan sering mendengar ayat di atas, adapun artinya adalah: " Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?". Ayat ini terulang sebanyak 31 kali di dalam surah ar- Rohman dan sebagaimana di sebutkan oleh Dr. 'Abdul 'Azhim Ibrohim Muhammad al- Muth'i di dalam kitabnya Khoshois at- Ta'bir al- qur'an merupakan pengulangan ayat terbanyak di dalam al- Qur'an. Dengan pengulangan sebanyak ini, tentu mempunyai tujuan, rahasia, dan hikmah. Para ulama tidak berupaya mencari mengapa jumlah pengulangan itu harus sebanyak 31 kali, karena menurut al- Imam Al- Fakhrurrozi di dalam tafsirnya at- Tafsir al-Kabir bahwa janganlah memaksakan diri untuk mengetahui hal- hal yang berada di luar kemampuannya, dan jumlah yang 31 kali itu masuk kedalam masalah penetapan Allah (Tauqifiyyah) yang tak dapat di jangkau oleh nalar.

Para ulama mencoba memberikan penafsiran terhadap penempatan ayat tersebut berdasarkan konteksnya. Dengan demikian dari 31 ayat pengulangan ayat   terdapatlah 4 kelompok sebagaimana yang di sebutkan oleh Taj al- Qurro' Mahmud Ibnu Hamzah Ibnu Nasru al- Karomani di dalam kitabnya asroru at- Takror fi al- Qur'an. Sehingga konteks itulah yang membedakan masing- masing kelompok dari yang lain.

1.    Kelompok Pertama

Kelompok pertama terdiri dari 8 kali pengulangan. Pada kelompok kedua ini, pengulangan ayat- ayat terletak setelah ayat- ayat yang di dalamnya mencakup keajaiban- keajaiban ciptaan Allah, kesempurnaan ciptaan-Nya, awal penciptaan dan tempat kembalinya mereka.

 

2.    Kelompok kedua

Kelompok kedua terdiri dari 7 kali pengulangan. Pada kelompok kedua ini, pengulangan ayat- ayat terletak setelah ayat- ayat yang di dalamnya mencakup penyebutan neraka dan siksanya yang sangat pedih berdasarkan jumlah pintu- pintu neraka Jahannam.

Lalu mengapa informasi tentang siksa neraka ini di sebutkan sebagai nikmat dari Allah? Bukankah neraka itu tempat yang paling buruk dan paling menyakitkan? Bukankah siksa neraka itu ancaman?

 

Imam az- Zarkasyi di dalam kitabnya al- Burhan fi 'Ulum al- Qur'an menyebutkan bahwa sesungguhnya nikmat Allah itu juga terdapat di dalam sesuatu yang telah di ingatkan-Nya dan di suruh berhati- hati terhadap siksa-Nya, atas siksa-Nya agar berhati- hati dan menjauhinya. Ibnu Qutahaibah menjawab di dalam kitabnya Ta'wilu Musykil al- Qur'an Bukankah peringatan keras semacam itu merupakan anugerah Allah yang tak ternilai harganya karena dengan mengindahkan peringatan tersebut mereka akan terhindar dari siksaan dan penderitaan yang berkepanjangan di dalam neraka kelak?

 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN