Mohon tunggu...
Pemerintahan Pilihan

Bagaimana Program Disnuklirisasi Korea Utara-Amerika Serikat di Vietnam?

24 Februari 2019   13:57 Diperbarui: 24 Februari 2019   17:23 0 3 5 Mohon Tunggu...
Bagaimana Program Disnuklirisasi Korea Utara-Amerika Serikat di Vietnam?
uk.reuters.com

Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan menghadiri pertemuan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un pada waktu konferensi mereka di Vietnam minggu depan, official Amerika Serikat mengatakan Kamis.

Kedua pemimpin, yang pernah bertemu pada pertemuan pertama di Singapore juni lalu, yang akan diadakan di Ibu Kota Vietnam Hanoi pada 27-28 Februari 2019. Setelah delapan bulan semenjak pertemuan pertama di Singapura.

Trump mencari-cari sesuatu untung membujuk Pemimpin Korea Utara untuk menghentikan gudang senjata nuklirnya, dan menagih janjinya untuk menjalankan dan menyelesaikan disnuklirisasi Korea Utara.

Amerika Serikat minggu lalu berkata pertemuan kali ini akan "sama dengan format seperti yang kita lihat pada juni lalu di Singapura... akan ada kesempatan untuk kedua pemimpin untuk melihat one-on-one lainnya" sebelum mengadakan pertemuan dengan team masing-masing. Stephen Biegun, Utusan dari Amerika Serikat yang dikirim ke Pyongyang sudah mengadakan pembicaraan dengan rekan Korea Utaranya Kim Hyok Chol.

Amerika Serikat menolak spekulasi tentang apa saja elemen-elemen yang ada dalam pernyataan bersama di akhir pertemuan. Pada Rabu, Trump memuji hubungannya dengan pemimpin Korea Utara, dia mengatakan akan membuat langkah yang "berarti" dalam bidang nuklir jika dia ingin melihat adanya pencabutan sanksi.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pergi ke Vietnam menggunakan kereta api dan melewati China. Pertemuan Amerika Serikat dan Korea Utara di Hanoi menimbulkan banyak pertanyaan tentang bagaimana proses akhirnya.

Para pejabat intelijen Amerika mengatakan mereka percaya Kim tidak mungkin pernah melepaskan semua persenjataan nuklirnya, dan para pemantau AS melaporkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir Korea Utara telah mengambil langkah-langkah untuk menyembunyikan, membubarkan, dan melindungi senjatanya.

Tetapi seorang mantan perwira intelijen AS, yang membantu mengatur pertemuan pertama, memperkirakan pada hari Jumat pertemuan kedua akan lebih produktif daripada yang pertemuan pertama di Singapura, mengutip perkataan Kim Jong Un tahun lalu yang mengatakan ia tidak ingin anak-anaknya hidup dengan beban senjata nuklir. 

Amerika Serikat memaksa untuk menghentikan program senjata nuklirnya, yang mengancam Amerika Serikat.

Korea Utara ingin Amerika serikat untuk memberikan kelonggaran sanksi dan memberikan jaminan keamanan jika Korea Utara menghentikan dan melepaskan persenjataan nuklirnya. 

Korea Utara juga ingin mendapatkan akhir perang yang formal pada saat perang korea 1950-1953, yang diakhiri dengan adanya genjatan senjata bukan karena adanya perjanjian.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2