Mohon tunggu...
Fiqram Iqra Pradana
Fiqram Iqra Pradana Mohon Tunggu... Freelancer - Menyukai hal yang berbeda

Biasa saja!

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Terapi Bersih-bersih

15 Desember 2019   09:35 Diperbarui: 23 Desember 2019   00:04 53
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
 (Sumber Gambar: Pexels)

Malas pasti menghampiri dan menjangkiti setiap orang. Kadarnya akan beragam, mulai dari yang biasa saja sampai yang kronis. Ketika malas menyerang, kita hanya fokus pada hal yang ingin dikerjakan saja. 

Aktivitas yang penting dalam satu hari itu menjadi terlewatkan bahkan kewajiban ikut juga terlewatkan. Biasanya melewatkan hari melakukan apa yang disukai saja misalnya banyak tidur, banyak nonton sambil tiduran, banyak bersosmed ria sambil tiduran bahkan makan sambil tiduran.

Malas bisa jadi adalah tanda adanya kesalahan atau ketidaknormalan dalam tubuh kita. Misalnya dari perspektif biologi, ada sejumlah hormon tertentu yang di produksi berlebihan pada otak kita. 

Dalam perspektif spiritual, ada kotoran dalam hati kita. Dalam perspektif lingkungan, banyak kotoran di kamar atau di rumah. Dalam persepktif pribadi, mungkin banyak cucian kotor haha. Jalan pertama untuk menghentikan malas adalah dengan bergerak.

Bergerak membuat tubuh kita tidak terpaku dan terfokus pada diam. Jika kita bergerak, bagian internal tubuh kitapun ikut bergerak walau sejatinya mereka tetap bergerak. Misalnya jantung, ia tidak akan berhenti berdetak (bergerak), jika berhenti yah kita mati.

Benarlah sebuah kalimat motivasi yang menyatakan bahwa hanya mayat yang tidak bergerak. Dalam pelajaran dasar biologi tentang makhluk hidup juga, salah satu ciri makhluk hidup adalah bergerak selain bernapas, makan minum dan berkembang biak.

Selain bergerak, ada satu aktivitas yang mudah dilakukan dan dampaknya juga sangat bermanfaat untuk menghentikan rasa malas pada diri yaitu dengan bersih-bersih rumah. 

Saya juga merasakan jika banyak pakaian saya yang kotor maka saya cenderung malas dan tidak produktif. Efek pertama dari malas yang saya rasakan adalah malas 'ngapa-ngapain'. Padahal dalam pikiran, sudah banyak rencana produktif yang kita susun untuk aktivitas selama sehari itu.

 Solusinya yah cucilah pakaian, jangan menumpuknya. Jika hujan terus turun maka bawalah ke laundry. Jika tidak ada uang yah utanglah dahulu. Jika tidak dapat yah berarti tidak ada alasan bagi anda untuk malas.

Menyapu lantai rumah itu kegiatan yang sederhana tapi berdampak besar. Mungkin awalnya kita menyapu lantai saja, nanti bisa keterusan mengepel lantai, menyikat lantai kamar mandi, membersihkan halaman, mencuci tumpukan piring kotor dan mengatur ulang letak furniture dan perabotan rumah agar indah dipandang.

Cobalah dan rasakan sendiri. Jika rumah kita bersih dan harum maka jiwa kitapun menjadi tentram. Pikiran tidak stress, ibadah menjadi khusu', makan jadi lahap (ini kalau makanannya sesuai selera yah haha), mau ngapa-ngapain jadi enak dan yang terpenting satu hari yang kalian lewati bisa menjadi semakin produktif.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun