Fiqih P
Fiqih P PNS

Belajar menulis

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerpen | Buku Pemikiran Profesor Kimberley

13 Juni 2018   00:14 Diperbarui: 13 Juni 2018   00:49 824 1 1
Cerpen | Buku Pemikiran Profesor Kimberley
Ilustrasi Buku - www.indopolitika.com

Profesor Kimberley tewas terbunuh di rumahnya. Usai revolusi besar Negara Sadery, sebagai ahli hukum, doktrinnya berguna  untuk  meletakkan kembali dasar falsafah negara. Sementara Falker tertuduh lantaran sebagai orang terakhir diketahui bertemu Kimberley.

"Aku hanya mengobrol,"

"Apa yang kau tahu darinya," tanya Jendral  Lehman calon Kepala Intelijen Sadery  yang baru kemarin ditunjuk.

"Dia telah menuangkan pemikirannya mengenai dasar falsafah negara dan manajemen kenegaraan jika terjadi revolusi,"

"Kudengar kau menentangnya," tanya Lehman lagi.   

"Benar, aku menentang pemikirannya tentang konsep keadilan negara,"

"Apa yang kau tentang?" Lehman terus menanyai.

"Menurutnya, keadilan terbentuk jika orang-orang cerdas mengklasifikasikan dan memanagerial kelompok masyarakat, hingga terjadi perpisahan antar rakyat agar terhindar dari bentrok fisik dan kecerdasan,"

"Lalu kau simpan dimana buku yang berisi pemikirannya itu?" Lehman kembali mencecar pertanyaan.

"Aku tak tahu," jawab Falker.

Sebagai seorang tokoh gerakan revolusi Kimberley sangat dihormati. Seluruh rakyat pro revolusi berjanji akan menjalankan segala pemikiran Kimberley. Maka, buku tentang buah fikirnya sangat penting bagi negara itu dalam mengantisipasi berkurangnya rakyat pro revolusi.

Meski dicecar seluruh pihak aparat dan birokrat, Falker tetap mengaku tak mengetahui dimana buku tersebut .

***

Calon Menteri Propaganda Sadery, Hoffman melaporkan pada Presiden Sadery untuk sesegera mungkin mengkondusifkan keamanan dengan menemukan buk pemikiran Kimberley.

"Pemerintahan kita bisa berjalan jika rakyat telah menerima kepastian negara yang baru kita bentuk ini. Yaitu mengenai doktrin Profesor Kimberley Pak," kata Hoffman pada pimpinan revolusi, JohnTrichi yang akan segera diangkat menjadi Presiden.

"Akh, lalu bagaimana solusi kalian?" tanya Trichi pada kabinet bayangan Sadery.

Hoffman kembali berbicara dan mengusulkan tim tiga pada Trichi, yakni ia sendiri bersama Pemimpin Tinggi Militer Clark Asinger.

"Baiklah, mari kita bicarakan solusi mengenai hal ini," kata Trichi.

Seluruh kabinet bayangan memandang sinis Hoffman, Mereka tahu tentang kelicikan Hoffman.

Rapat tim tiga

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3