Mohon tunggu...
Hobi Artikel Utama

Menulis Ekspresif Ternyata Bisa Melepas Stres

28 Desember 2018   14:13 Diperbarui: 29 Desember 2018   18:26 0 18 4 Mohon Tunggu...
Menulis Ekspresif Ternyata Bisa Melepas Stres
https://stock.adobe.com

Apa itu Menulis Ekspresif

Menulis Ekspresif adalah kegiatan menuliskan isi pikiran dan perasaan kita yang paling dalam secara pribadi dan emosional tanpa memperhatikan bentuk penulisan seperti ejaan, tata bahasa dan aturan menulis lainnya.

Hubungan antara menulis ekspresif dan kesehatan ditemukan oleh Dr. James Pennebaker, guru besar psikologi University of Texas, Austin.

Penelitian pertama kali dilakukan pada akhir 1980-an, Pennebaker telah melakukan penelitian tentang kegiatan menulis selama bertahun-tahun.

Mengutip dari bukunya berjudul Writing To Heal, James Pennebaker mengatakan, “Orang yang terlibat dalam laporan menulis ekspresif merasa lebih bahagia dan berkurang dampak negatif daripada sebelum menulis.”

Selain itu, orang-orang yang memiliki gejala depresi, kecemasan, dan gangguan kesehatan mental lainnya juga berkurang dalam beberapa minggu dan bulan setelah menulis tentang gejolak emosi. 

Cara Menulis Ekspresif

Menulis eskpresif sangatlah mudah dan tidak memerlukan modal banyak atau teknik yang sulit. Hal-hal yang dapat kamu lakukan saat menulis espresif adalah sebagai berikut:

1. Mempersiapkan waktu dan tempat yang bebas dari gangguan
Pastikan pada saat kamu ingin melakukan menulis ekspresif adalah waktu dan tempat dimana kamu merasa nyaman, tenang, dan tidak ada gangguan. Hal tersebut dapat membuat pikiranmu lebih jernih dan fokus terhadap tulisan yang akan kamu tulis.

2. Menulis dengan jujur dan lebih terbuka dari perasaan terdalam
Tulislah semua keluh kesah dan beban yang kamu alami akhir-akhir ini yang menggagu pikiran dan beban hatimu.

3. Menulis selama 20 menit sampai 4 hari berturut-turut
Menurut John F Evans, tulislah minimal 20 menit perhari selama 4 hari berturut-turut.

4. Tidak perlu mempedulikan ejaan, tata bahasa dan aturan tulisan.
Tulislah semua apa ingin kamu tulis tanpa pedulikan ejaan, tata bahasa, dan aturan tulisan. Jika terjadi kesalahan tidak perlu dihapus tapi tetap lanjutkanlah menulis.

5. Refleksikan apa yang sudah ditulis
Setelah kamu puas menulis, lakukanlah refleksi diri. Seperti apa yang harus diperbaiki, diperhatikan, atau bagaimana perilaku yang seharusnya.

Jangan memaksakan untuk tetap menulis jika kamu merasa semakin tertekan karena mengingat kembali trauma atau kejadian yang kamu alami. Tulislah sesuatu yang masih bisa kamu tangani. Kamu juga bisa berbagi tulisanmu ke orang lain dan mungkin dapat menginspirasi mereka untuk melakukan hal yang lebih baik.

Apa Manfaat dari Menulis Ekspresif?
Banyak manfaat yang di dapat setelah menulis ekspresif. Seperti hal-hal berikut ini:

1. Mengurangi stress
Setelah meluapkan emosimu kedalam tulisan, perasaanmu akan lebih baik dan lega karena tidak ada lagi yang kamu pendam. Sehingga itu dapat meringankan beban pikiran dan hati.

2. Menjadi lebih bersyukur dan lebih jujur terhadap diri sendiri.
Kamu bisa melakukan refleksi diri setelah menulis ekspresif. Dengan begitu kamu akan tau mana yang harus diperbaiki untuk menjadi lebih baik. Menulis ekspresif juga kamu lakukan hanya untuk dirimu sendiri dan dengan begitu kamu akan lebih jujur terhadap dirimu sendiri.

3. Menjernihkan pikiran dan perasaan
Ketika kamu merasa terpuruk kamu, kamu bisa menuangkannya ke dalam tulisan. Dengan begitu kamu bisa mengeluarkan energi-energi negatif dan membuat beban yang kamu rasakan berkurang

4. Dapat merubah diri menjadi lebih baik
Jika kamu membaca ulang apa yang sudah kamu tulis, kamu akan tau apa yang harus kamu lakukan untuk menjadi lebih baik.

5. Melatih skill menulis
Dengan menulis ekspresif secara rutin, selain membuat pikiran dan perasaanmu menjadi jernih, skill menulismu juga akan bertambah bagus.

6. Bisa lebih ikhlas dan memaafkan
Menulis bisa menjadi salah satu cara untuk melepas kesedihan atau beban pikiran dan perasaan saat kamu kehilangan orang yang sangat berharga dalam hidup kamu. Dengan menulis kamu dapat lebih ikhlas, merelakan, dan memaafkan orang tersebut.

Setelah itu kamu juga dapat melepas rindu dengan menulis ulang kenangan-kenangan yang pernah kamu alami bersama orang tersebut.

Menurut Dr. Octaviani I. Ranakusuma, M.Si., Psi, seorang Dosen sekaligus Dekan Fakultas Psikologi di salah satu Universitas yang ada di Jakarta mengatakan, “Menulis ekspresif adalah menulis yang bertujuan untuk mengekspresikan perasaan si penulis. Terkadang tulisan tersebut tidak dipublikasikan kepada orang banyak dan juga alurnya tidak menentu. Menulis ekspresif berpengaruh untuk mengurangi stres karena dengan menulis, seseorang dapat mengekspresikan perasaannya.” 

Beliau juga berpendapat bahwa ia setuju dengan menulis ekspresif karena menulis ekspresif memiliki banyak manfaat.

“Banyak studi yang menyatakan menulis ekspresif sebagai terapetik. Tujuannya adalah untuk mengeluarkan dan menyalurkan perasaan atau emosi negatif dalam diri yang berbentuk tulisan yang akan menyebabkan individu tersebut menjadi lebih tenang. Ada seseorang yang tidak bisa mengendalikan emosi nya dan susah untuk diobati, namun dokter menyarankan seseorang tersebut untuk menyalurkan emosi nya melalui tulisan. Tulisan tersebut bisa berupa rasa amarahnya karena tidak semua tulisan tersebut dipublikasikan, mungkin hanya disimpan untuk dirinya sendiri.” ujar Ibu Octa tentang apa saja manfaat dari menulis ekspresif.

Di lain sisi menulis eskpresif ternyata juga menjadi hambatan bagi orang-orang tertentu.

Ibu Octa mengatakan, “Tapi tidak semua orang bisa menulis, suka menulis dan mengekspresikan perasaan mereka melalui tulisan. Untuk orang yang yang tidak suka menulis, mereka menganggap hal tersebut sebagai beban atau tugas yang berat.”

Jadi, apakah kamu mau mulai menulis ekspresif sekarang?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2