Mohon tunggu...
Afina Putri
Afina Putri Mohon Tunggu... Mahasiswa Universitas Diponegoro

Masih perlu belajar lebih banyak hal

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

KKN Pulang Kampung Undip 2020: Solusi KKN Undip di Tengah Pandemi

11 Agustus 2020   04:08 Diperbarui: 11 Agustus 2020   03:59 26 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
KKN Pulang Kampung Undip 2020: Solusi KKN Undip di Tengah Pandemi
kkn-pulang-kampung-2020-5f31b690097f360f63753ac5.png

Dikutip dari WHO.Int, COVID-19 atau Coronavirus Disease 2019 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Coronavirus jenis SARS-CoV-2. Penyakit ini pertama kali mewabah di Wuhan, Tiongkok pada bulan Desember 2019. Menurut WHO, infeksi dapat menyebar dari satu penderita ke orang lain melalui percikan (droplet) dari saluran pernapasan seperti hidung atau mulut dari seorang penderita COVID-19. Waktu dari paparan virus hingga timbulnya gejala sekitar antara 1-14 hari. Vaksin untuk SARS-CoV-2 baru akan tersedia paling cepat 2021, dengan angka fatalitas sekitar 1-3% perlu dilakukan beberapa pencegahan mandiri. Seperti tetap berada dirumah, hindari berpergian jauh, beraktifitas di tempat umum, sering mencuci tangan dengan sabun dan air selama minimum 20 detik, tidak menyentuh wajah dengan tangan yang kotor, serta menutup mulut dan hidung dengan tisu bila bersin atau batuk. (Carlos et al. 2020).

Di Indonesia sendiri, pada 2 Maret 2020 Presiden Joko Widodo menyebut ada dua Warga Negara Indonesia (WNI) asal Depok yang positif terinfeksi COVID-19 setelah berinteraksi dengan Warga Negara Jepang yang ternyata lebih dulu mengidap COVID-19 dan merupakan kasus pertama di Indonesia. Menteri Kesehatan Terawan menjelaskan dua orang tersebut mengalami gejala batuk, pilek, sesak dan demam, setelah dinyatakan positif terinfeksi mereka dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulland Saroso, Jakarta Utara. (CNN, 2020).

Hal ini berdampak pada seluruh sektor, seperti perkantoran, industri, pemerintahan bahkan dunia pendidikan. Seluruh sekolah dari jenjang dasar hingga perkuliahan harus dilakukan secara daring dari rumah, tidak dilakukan langsung dari sekolah atau kampus. Begitu juga dengan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Semarang tahun 2020.

screenshot-2020-07-16-10-52-28-05-5f31b206097f361b42372b86.jpg
screenshot-2020-07-16-10-52-28-05-5f31b206097f361b42372b86.jpg

      Upacara Penerjunan Mahasiswa KKN Via Daring (Sumber:Youtube.com/P2KKNUNDIP)

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro yang biasa mengirm mahasiswa untuk terjun langsung ke masyarakat pedesaan, harus ditiadakan tahun ini karena pandemi. Dengan keputusan dari Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum., penerjunan mahasiswa KKN Tim 2 Tahun 2020 tetap dilaksanakan. Dengan ketentuan, kegiatan KKN dilakukan dikampung masing-masing. Maka dari itu, KKN tahun ini diberi julukan "KKN Pulang Kampung 2020".

Penerjunan mahasiswa ini dilakukan di seluruh Indonesia, dengan total sekitar 235 Kabupaten atau Kota. KKN kali ini mengusung tema "Pemberdayaan Masyarakat di Tengah Pandemi COVID-19 Berbasis pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)". Pelaksanaan KKN ini juga tetap mengikuti protokol kesehatan yang berlaku dimasing-masing daerah untuk memutus tali penyebaran COVID-19.

Salah satunya ada di Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran, Kota Jakarta Selatan. Mayoritas warga didesa ini masih harus berkegiatan ditengah pandemi, seperti bekerja atau berjualan. Berdasarkan permasalahan ini, mahasiswa UNDIP menjalankan 1 program kerja yang bisa membantu warga. Program ini adalah pembuatan hand sanitizer alami dari tanaman lidah buaya. Hal ini dilakukan, karena harga hand sanitizer yang masih tinggi dipasaran dan juga untuk memanfaatkan tanaman lidah buaya milik warga. Pembuatan hand sanitizer ini juga ditambahkan alkohol 80% sebagai antibakteri dan lidah buaya sebagai pelembab kulit.

 Hand Sanitizer Homemade (Sumber: Dokumen Pribadi)
 Hand Sanitizer Homemade (Sumber: Dokumen Pribadi)

Program lain yang dijalankan adalah pembuatan kompos organik dari food waste atau sampah sisa makanan. Sampah sisa makanan selama ini adalah salah satu penyumbang sumber bau di tempat pembuangan akhir. Untuk itu, pembuatan kompos organik dengan memanfaatkan sampah sisa makanan dirasa adalah 1 hal yang dapat berguna bagi masyarakat. Selain caranya yang mudah, yaitu mencampurkan tanah atau media tanam dengan sampah organik lalu penguraian akan terjadi secara alami. Program ini mendapat respon positif dari warga, karena RT.016 mempunyai taman yang biasa digunakan warga untuk bercocok tanam. Dengan ini, warga tidak lagi harus membeli kompos, tetapi bisa membuatnya sendiri dirumah dengan sangat mudah dan bahan yang alami.

Proses Pembuatan Kompos Organik (Sumber: Dokumen Pribadi)
Proses Pembuatan Kompos Organik (Sumber: Dokumen Pribadi)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN