Mohon tunggu...
Fikran Nurhakim
Fikran Nurhakim Mohon Tunggu... Mahasiswa - Penulis

Aku bukan anak raja bukan pula anak seorang ulama yang hanyaku bisa cuma berkarya

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Pilihan

Review Buku Berani Tidak Disukai

6 Juni 2022   16:02 Diperbarui: 6 Juni 2022   16:13 661
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Media. Sumber ilustrasi: PIXABAY/Free-photos

Ichiro Kishimi and Fumitake Koga. 2019. Berani Tidak Disukai. Bandung. Gramedia pustaka utama.

Penulis: Fikran Nurhakim

Pada Buku Berani Tidak Disukai kita akan belajar tentang sebuah keberanian. Berani untuk tidak diakui oleh orang lain. Meskipun diakui oleh orang lain jelas sesuatu yang sangat menggembirakan. Apa sebabnya orang mencari pengakuan orang lain? Dalam banyak kasus, ini dikarenakan pengaruh dari pendidikan dengan metode reward and punishment. Sampai sini, mungkin beberapa dari teman-teman akan sangat tidak setuju dengan buku ini. Namun apbila kita membacanya dengan lebih tenang dan dengan kepala terbuka serta menggunakan bird eye view kita akan mendapatkan sudut pandang lain soal metode pembelajaran yang bisa kita ambil dari buku ini.

Buku ini membahas tentang Mengungkap sebuah rahasia untuk mengeluarkan kekuatan yang terpendam didalam diri kita dan untuk meraih kebahagiaan hakiki yang kita inginkan. Tentunya kita sebagai manusia pasti menginginkan yang Namanya Bahagia.

Kebahagiaan adalah sesuatu yang kita pilih. Begitulah teori Alfred Alder berbicara didalam buku ini. Alfred alder adalah satu dari tiga psikolog terkemuka pada abad ke 19 selain Freud dan Jung. Cara untuk menentukan sebuah kebahagiaan dijawab secara sederhana dan secara langsung didalam buku ini. Disini saya mereviu atau merangkum buku ini untuk kita ambil pelajaran dari buku berani tidak disukai karya Ichiro kisime dan kamitago koga..

Hal-hal menarik yang akan kita bahas dan kita ambil pelajari dari buku ini adalah:

 APAKAH MANUSIA DIKENDALIKAN OLEH MASA LALU?

Di Dalam teori psikologi Adler didalam buku ini dijelaskan bahwa, sebuah pristiwa yang kita alami secara definitif tentunya tidak di kendalikan oleh masa lalu. Jelas bahwasannya ini bertentangan dengan pandangan psikologi Freud yang menganggap bahwa luka batin seseorang (trauma)pada masa lampau yang menyebabkan ketidakbahagiannya dimasa kini itu disebabkan oleh masa lalu yang dia alami. Tentunya teori Adler ini menolak alasan trauma atau tragedi tersebut menyatakan bahwa tidak ada sebuah pengalaman yang secara khusus menyebabkan keberhasilan atau kegagalan seseorang

Bukan berarti pengalaman pada masa lalu yang kita alami atau trauma seperti insiden atau perlakuan kekejam di saat kita masih kanak-kanak tidak mempengaruhi pembentukan kepribadian. Justru pengaruhnya itu sangat kuat terhadap pembentukan kepribadiannya

Tetapi yang perlu diingat disini adalah bahwa tidak ada yang benar-benar ditentukan oleh pengaruh insiden atau pristiwa pada masa lalu. karena kehidupan seseorang itu tidak ditentukan oleh pengalaman pada masa lalu yang dia alami. artinya pengalaman-pengalaman itulah yang menentukan kondisi kita saat ini. Maka kehidupan kita ditentukan oleh kita sendiri bukan oleh orang lain. menurut makna yang kita berikan pada pengalaman di masa lalu pada diri kita Dan kitalah yang bisa memutuskan bagaimana cara kita menjalani kehidup ini. Maka Persoalannya adalah bukan “apa yang terjadi”, tapi “bagaimana kita menyikapinya”. Menyikapi apa? Menyikapi masa lalu untuk masa yang akan datang.

Maka kita tidak bisa mengubah masa lalu, dan tentunya kita tidak bisa kembali lagi ke masa lalu dengan sebuah mesin waktu. kita tidak dapat memutar balik arah jarum waktu. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun