Mohon tunggu...
Zulfiqar Rapang
Zulfiqar Rapang Mohon Tunggu... Administrasi - Mengabadi dalam literasi

Pemuda ketinggian Rongkong, Tana Masakke. Mahasiswa Ilmu Politik di Pasca Sarjana Universitas Hasanuddin.

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan Pilihan

Yang Luput dari Banyaknya Penghargaan Luwu Utara

8 November 2018   14:12 Diperbarui: 11 November 2018   14:54 599 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
sumber gambar: radarlombok

Suatu sore di sudut kota.  Saya berleyeh-leyeh di gerobak jualan milik teman di pojokan taman. Dari arah jalan besar, gadis kecil 10 tahunan itu berjalan lenggak lenggok sambil menenteng tas kecil kuning.

Sebuah rencong---istilah kami dikampung untuk pewarna bibir, bukan rencong senjata khas Aceh itu---terjepit diantaranya ibu jari dan telunjuknya.  Tampaknya, dari benda itulah warna jingga tebal yang meluber di bibir sampai kehidungnya.

Sesekali, saya lihat ia melongo ke cermin yang dia rogo dari dalam tasnya yang bersampulkan penyanyi cantik Indah Dewi Pertiwi. Mungkin dari gambar itulah inspirasi dandanannya hari ini, yang dengan umur sebegitu, terkesan dipaksakan dan pastilah tak sedang dipandang mata.

Untung saja, dia tak mengenakan eye-shadow yang warnanya mencolok dan matanya tidak ia beri bulu mata palsu yang lentiknya bisa sampai ke dahinya yang lebar.

"Weh Yani!," teriak seorang ibu paruh baya ke gadis itu.

***

Dalam kondisi mutakhir, demi dikatakan berhasil, pimpinan pemerintahan di Sokovia harus rajin blusukan lalu turun ke selokan, sesekali mengemudikan traktor dan truk 10 roda, atau saat musimnya tiba, ikut pula memanjat pohon durian.

Pun, suatu momen mesti dikemas baik dan disebarluaskan dengan maksimal. Umpamanya duduk semeja dengan 7 menteri dari negeri Genosha, atau sedang ngopi bersama Wakil Presiden Wakanda, yang entah bermanfaat atau tidak, kesemuanya mesti diperlihatkan ke khalayak.

Dan banyak macam gimmick lainnya. Pengelolaan pemerintahan di Sokovia dikontruksi untuk menampilkan citra yang baik, meski kondisi riilnya belum tentu sebagus itu, atau bahkan malah jomplang. Demikian menurut kabar burung.

Tentu tak salah, tidak pula melanggar undang-undang disana. Hal yang kekinian disebut politik pencitraan ini diperlukan untuk mengedarkan reputasi positif ke ruang-ruang keumatan. Hanya saja, sebab sibuk mengolah citranya, kadang pemerintahnya menyingkirkan tugas utamanya sebagai pelayan masyarakat.

Lalu tibalah kita dikampung kami, Luwu Utara. Tengah bersolek dan berprestasi. Belasan---mungkin puluhan--penghargaan telah diraih disini. Coba saja ketik pencarian di google dengan kata kunci "Penghargaan Bupati Luwu Utara".  Niscaya akan terpampang berjubel artikel. Hingga ke halaman enam.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pemerintahan Selengkapnya
Lihat Pemerintahan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan