Mohon tunggu...
Dzulfikar
Dzulfikar Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Content Creator

Blogger dan Content Creator. Member Kompasiana sejak Juni 2010. Aktif menulis di blog bangdzul.com dan vlog https://www.youtube.com/@bangdzul/

Selanjutnya

Tutup

Catatan

Inilah Keajaiban Sholat Dhuha

23 September 2012   13:52 Diperbarui: 24 Juni 2015   23:51 34712
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Setelah membagi tentang keajaiban sedekah saya akan membagikan kisah saya tentang keajaiban sholat dhuha. Sekedar mengingatkan kembali bahwa kemenangan saya ketika mengikuti lomba blog tidak lain dan tidak bukan memang karena sedekah. Saya usahakan menyisihkan gaji saya di awal untuk sedekah. Sebisa mungkin uang yang saya peroleh saya sedekahkan untuk orang-orang yang membutuhkan.


Nah, keajaiban sholat dhuha sudah banyak dibuktikan oleh banyak orang. Sholat dhuha adalah salah satu jalan untuk membuka rezeki. Rezeki memang bukan semata-mata uang atau materi. Rezeki bisa berupa ilmu, kesempatan sehat, dan nikmat lainnya.


Beberapa pengusaha muda sukses tidak pernah lepas dari sholat dhuha. Beberapa diantaranya adalah Mas Mono pemilik ayam bakar Mas Mono, Rangga Umara pemilik Pecel Lele Lela, Saptuari pemilik Kedai Digital dan juga suksesor Sedekah Rombongan dan masih banyak pengusaha lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Hampir beberapa diantara mereka terinspirasi dari guru mereka masing-masing salah satu diantaranya yang cukup dikenal masyarakat adalah Ustadz Yusuf Mansyur.


Ustadz YM memang lekat dengan anjuran sedekah dan sholat dhuha. Berkat sholat dhuha banyak kejaiban yang YM dapatkan. Salah satunya adalah rezeki-rezeki yang selama ini dia dapatkan dari jalan-jalan yang tidak di duga sebelumnya.


Kembali ke pengalaman saya. Belakangan ini memang saya agak kesulitan keuangan. Apalagi setelah lebaran harga bahan kebutuhan pokok sudah jelas tetap naik dan tidak kembali ke harga semula seperti sebelum lebaran. Contohnya misalnya nasi goreng di daerah pamulang sebelum lebaran harganya sekitar 8.000 rupiah. Setelah lebaran naik 1.000 rupiah menjadi 9.000 rupiah. Tentu saja hal ini disebabkan beberapa bahan kebutuhan pokok yang naik. Sehingga pedagang juga menyesuaikan barang dagangannya agar tetap bisa bertahan.


Saya sempat berpikir untuk berjualan saat weekend dan ini yang menjadi tantangan terbesar saya karena selalu saja ada kendala dan rintangan ketika mewujudkannya. Disamping kesibukan di sekolah dalam menyiapkan perangkat kerja juga ada beberapa pelatihan yang sebetulnya lebih menguntungkan untuk mengupgrade pengetahuan dan kemampuan saya dalam mengajar. Akhirnya saya curhat pada yang kuasa agar diberikan jalan untuk mendaptkan rezeki tambahan. Kebetulan memang sejak lebaran sholat dhuha saya banyak yang bolong-bolong *pengakuan*.


Alhamdulillah ternyata Gusti Alloh ora sare. Rezeki pertama, istri saya mendapatkan murid privat seorang anak TK yang membutuhkan bimbingan belajar. Alhamdulillah istri saya mendapatkan bayaran yang cukup lumayan untuk satu kali pertemuan setiap pekan. Saya berpikir untuk menjadi relawan di salah satu masjid di dekat tempat murid les istri saya, sambil menunggu istri saya mengajar. Hal ini saya lakukan sebagai wujud terimakasih saya pada yang Kuasa.


Belum sempat saya mewujudkannya dan berbicara pada pihak DKM dan TPA masjid ternyata Gusti Alloh menambah lagi rezeki yang tidak terduga. Datangnya dari istri saya lagi. Salah satu teman istri saya membutuhkan guru privat untuk orang tuanya. Orang tuanya membutuhkan seorang guru yang bisa mengajar percakapan dalam Bahasa Inggris. Tanpa pikir panjang tentu saja saya langsung menyanggupinya. Inilah jalan yang sudah di tentukan oleh Gusti Alloh SWT.


Ahad pagi tadi adalah pertemuan pertama saya dengan orang tua dari teman istri saya. Pertemuan pertama sangat lancar dan responnya sangat positif. Akhirnya Istri dari bapak yang saya ajari meminta saya juga untuk mengajarinya. Kebetulan istrinya adalah seorang ibu rumah tangga. Alwanya saya menyarankan untuk belajar bersama-sama sehingga tidak perlu membayar biaya tambahan. Namun, ibu tersebut menginginkan waktu terpisah.


Tak ada keraguan lagi bahwa sholat dhuha membuka rezeki saya melalui mengajar. Dijawab sangat kontan dan tanpa syarat apapun. Yang perlu saya lakukan hanyalah menyadiakan waktu di pagi hari untuk beberapa rakaat sholat kemudian curhat dan berterimakasih pada yang kuasa atas segala rezeki yang saya terima selama ini.


Jadi masikah anda ragu dengan keajaiban sholat dhuha?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Catatan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun