Mohon tunggu...
Dzulfikar
Dzulfikar Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Content Creator

Blogger dan Content Creator. Member Kompasiana sejak Juni 2010. Aktif menulis di blog bangdzul.com dan vlog https://www.youtube.com/@bangdzul/

Selanjutnya

Tutup

Analisis Pilihan

Pidato Prabowo, Ejekan atau Gurauan?

6 November 2018   23:53 Diperbarui: 7 November 2018   00:49 1031
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Prabowo saat pidato di Boyolali / Tribunnews.com

Tapi, sebelum mendengarkan versi potongan ini, ada baiknya juga Anda membaca pidato lengkap secara utuh saat Prabowo berpidato dalam acara peresmian Kantor Badan Pemenangan Prabowo-Sandi, di Kabupaten Jawa Tengah (30/10) dalam tautan berikut ini.

Kalau sudah, coba kita dengarkan lagi Pidato Prabowo sambil melihat mimik mukanya dan intonasi suaranya.

Potongan Video Pidato Prabowo tentang "Tampang Boyolali"


Dari video tersebut kita bisa melihat kepala Prabowo bergoyang saat menyebutkan nama-nama hotel. Gestur ini bisa ditafsirkan bahwa Prabowo sedang  menunjukkan sisi lain dari kepribadiannya yang selama ini tersimpan.

Kesan yang ditunjukkan bahwa hanya dirinya dan kaumnya saja yang bisa memasuki hotel-hotel mewah tersebut. 

Suara Pidato Prabowo tentang "Tampang Boyolali"

Sound

Perubahan intonasi Prabowo berubah saat menyebutkan beberapa nama hotel seperti Ritz-Calten, Waldoft Astoria, dan St Regis. 

Perbuahan intonasi tersebut amat kentara saat penyebutan beberapa hotel oleh Prabowo dalam kalimatnya "Ada Ritz Calten, Ada,,, apa itu? Waldoft Astoria... Ada St Regis." 

Bandingkan lagi dengan kalimat "Tidak tampang orang kaya" dan "Tampang-tampang kalian ya tampang Boyolali ini!"

Masalah intonasi bukan masalah sepele. Apalagi jika digunakan dalam sambungan telepon. Jika salah intonasi, bisa berabe jadinya. Apalagi jika lawan bicaranya adalah lawan jenis. Mereka jauh lebih sensitif jika intonasi yang digunakan sangat tinggi atau bernada sinis bahkan sarkas.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Analisis Selengkapnya
Lihat Analisis Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun