Mohon tunggu...
Dzulfikar
Dzulfikar Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Content Creator

Blogger dan Content Creator. Member Kompasiana sejak Juni 2010. Aktif menulis di blog bangdzul.com dan vlog https://www.youtube.com/@bangdzul/

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Setelah Kasus Hoaks, ke Mana Hanum Rais Melangkah?

28 Oktober 2018   22:00 Diperbarui: 28 Oktober 2018   22:19 1725
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Penulis novel best seller 99 Cahaya Langit di Eropa, Hanum Salsabiela Rais terseret dalam pusaran hoax Ratna Sarumpaet. Jauh sebelum meminta maaf dan mengakui bahwa Ratna berbohong, Hanum Rais tanpa gentar meyakinkan para pengikutnya di sosial media bahwa ia punya kompetensi untuk membedakan antara luka bekas operasi dan luka bekas hantaman.

Pembelaannya itulah yang kini balik menyerangnya. Putri politisi senior, Amien Rais ini dilaporkan oleh Syarikat 98 ke Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI). Alasannya Hanum Rais dianggap ikut menyebarkan informasi hoax tentang penganiayaan Ratna Sarumpaet.

Dalam hal ini ada dua pendapat. Ada yang berpendapat bahwa Hanum Rais tidak bisa dilaporkan gara-gara hal tersebut karena tidak ada korban yang dirugikan. Jadi, laporan tersebut dianggap salah alamat.

Namun, di sisi lain. Jika kita menelusuri pembelaan Hanum Rais saat membenarkan penganiayaan yang dialami Ratna, Hanum membawa-bawa gelarnya sebagai dokter. Ya, meskipun Hanum juga sepertinya terlalu bersemangat sampai lupa bahwa dirinya adalah dokter gigi.

Hanum Rais memang menyelesaikan pendidikannya di FKG UGM. Tetapi, perempuan kelahiran 12 April 1982 ini justru meniti karirnya sebagai presenter berita dan juga penulis novel. Bahkan beberapa novelnya tercatat sebagai best seller. Sayang, pengalaman sebagai presenter berita dan penulis novel justru terperosok pada jurang hoax yang amat dalam.

Hanum bisa saja terlalu bersemangat, sampai-sampai mampu menuliskan betapa hebatnya penganiayaan yang dialami Ratna Sarumpaet. Deskripsi dahsyat inilah yang sebetulnya dipermasalahkan oleh Syarikat 98. Cukup masuk akal memang, terlebih Hanum Rais bukan penulis kemarin sore. Novelnya yang laris menjadi sebuah bukti bahwa Hanum memang seorang penulis fiksi yang andal.

Hanum dengan jamblang membawa profesinya sebagai dokter ketika menyebut luka-luka Ratna Sarumpaet. Entah mengapa saat itu Hanum begitu yakin bahwa sosok perempuan yang dibelanya itu benar-benar mendapatkan siksaan yang amat bertubi-tubi mulai dari tendangan hingga pukulan yang membuat wajah Ratna menjadi memar.

Ditambah lagi keyakinan Hanum Rais yang menegaskan bahwa ia meraba dan memeriksa layaknya seorang dokter. Dengan yakin, Hanum juga mempertegas kembali bahwa ia dapat membedakan antara luka bekas operasi dan luka bekas dihujani tendangan dan pukulan. 

Cuitan HR saat Bela RS / dok.kompasiana
Cuitan HR saat Bela RS / dok.kompasiana
"Hinalah mereka yang menganggap sebagai berita bohong, Karena mereka takut, kebohongan yang mereka harapkan sirna oleh kebenaran" bela Hanum dalam cuitannya.

Agaknya kalimatnya itu justru kini berbalik menyerangnya. Hanum justru seperti ketakutan dengan adanya laporan-laporan yang masuk ke aparat yang berwenang. Malahan Hanum Rais berencana melaporkan balik siapapun yang melaporkan. Belum lagi ditambah dengan sederet akun yang dicatatnya sudah membuatnya sakit hati.

Sebentar, apakah mbak Hanum ini tidak menyadari berapa banyak orang yang sudah terprovokasi dengan pembelaannya tersebut? Apakah mbak Hanum ini sudah paham konsekuensinya saat membela Ratna Sarumpaet?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun