Mohon tunggu...
FIDA NIHAYATUSZUHRIAN
FIDA NIHAYATUSZUHRIAN Mohon Tunggu... 18130097

Mahasiswi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Sistem Pembelajaran Daring di Tengah Wabah Covid-19

24 Oktober 2020   11:35 Diperbarui: 24 Oktober 2020   11:45 144 2 0 Mohon Tunggu...

Corona Virus Disease atau biasa kita sebut dengan Covid 19 ini telah menyerang kurang lebih 215 negara di seluruh dunia, tak terkecuali dengan Indonesia. Sesuai dengan anjuran WHO yang memberikan himbauan untuk menghentikan acara-acara yang dapat mengakibatkan masa berkerumun. Pemerintah Indonesia menerbitkan larangan untuk berkerumun, pembatasan social (social distancing), menjaga jarak fisik (physical distancing), menggunakan masker, dan selalu mencuci tangan.

Tentu saja larangan ini berdampak pada sistem pembelajaran di Indonesia. Melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Pemerintah  telah melarang Perguruan Tinggi di Indonesia untuk melaksanakan pembelajaran secara tatap muka (konvensional) dan memerintahkan untuk menyelenggarakan perkuliahan secara online atau daring (Surat Edaran Kemendikbud Dikti  No.1 tahun 2020). 

Dikutip dari (CNNIndonesia, 2020) Ada sekitar 65 perguruan tinggi di Indonesia yang telah menerapkan sistem pembelajara secara daring guna mencegah penyebaran Covid 19. 

Dikutip dari Moore, Dickson Deane dan Galyen (2011) Pembelajaran daring merupakan pembelajaran yang menggunakan jaringan internet dengan aksesibilitas, konektivitas, fleksibilitas, dan kemampuan untuk memunculkan berbagai jenis interaksi pembelajaran. Pada tataran pelaksanaannya metode daring ini menggunakan perangkat seperti laptop, smartphone, komputer, tablet yang dapat digunakan untuk mengakses informasi kapan saja dan dimana saja.

Setelah saya mengamati pembelajaran di sekitar tempat tinggal saya, terutama dalam lembaga Pendidikan SD sederajat tentunya siswa mengikuti anjuran pemerintah dengan belajar dirumah yang pembelajarannya Sebagian menggunakan system daring yang tentunya memiliki banyak kendala terutama pada siswanya yang mengalami kesulitan mengenai perlengkapan yang belum memadai seperti tidak semua siswa mempunyai HP mengingat lokasi yang berada di lingkup pedesaan. 

Untuk mensiasati masalah ini guru nya menggunakan metode pembelajaran dimana gurunya datang ke rumah rumah siswa yang sudah dibentuk kelompok belajar serta dilaksanakan dengan pembelajaran langsung oleh guru yang mendatangi rumah rumah siswa. Sedangkan beberapa siswa tingkat SMP/MTs yang telah saya amati sendiri sudah menggunakan pembelajaran dengan daring seluruhnya yang metode pembelajarannya menggunakan platform google classmeet, zoom, youtube, google meet untuk pembelajaran, sedangkan jika melakukan penilaian capaian belajar menggunakan quiziz, google form, quipper dan lain sebagainya. 

Pembelajaran menggunakan metode tersebut cukup efektif untuk kalangan siswa SMP sederajat yang tentunya sudah matang menguasai IT tidak seperti anak tingkat SD yang belum serratus persen mampu menguasai beberapa metode seperti yang saya sebutkan diatas. 

Selain itu menggunakan metode daring seperti zoom google meet dan lain sebagainya dinilai sangat efektif karena penyampaian materi secara langsung oleh guru tentunya dapat bertatap muka seperti saat pembelajaran offline tetapi siswa tetap berada di rumahnya masing masing dalam keadaan yang aman serta bisa diawasi oleh orang tua secara langsung.

Namun dapat digaris bawahi bahwasanya kegiatan atau metode daring ini juga memiliki dua sisi, yaitu sisi positif dan sisi negatif. Setelah saya melakukan riset dan mengajukan beberapa pertanyaan kepada mahasiswa yang sedang menjalankan metode ini beberapa menyebutkan bahwa metode ini sangat membantu bahwasanya mereka tidak perlu datang secara langsung di Universitas yang nantinya dapat menyebabkan atau membuat claster baru dalam penyebaran Covid 19, metode ini dinilai cukup praktis dan efisien karena dapat mengakses materi yang di berikan dosen dengan mudah, dapat di akses di mana saja. 

Pemerintah juga menekan pengeluaran biaya lebih kepada mahasiswa dan dosen dengan memberikan subsidi kuota yang digunakan untuk mengakses media atau metode pembelajaran tersebut. 

Sementara itu terdapat juga beberapa sebagian yang menyebutkan bahwa juga terdapat sisi negatif dari sistem pembelajaran ini salah satunya yaitu terbatasnya atau sulitnya jaringan operator pada daerah di area pegunungan atau jauhnya jarak pemancar sinyal, terbatasnya fasilitas perangkat yang dimiliki oleh mahasiswa dari kalangan keluarga kurang mampu serta penyampaian materi yang dinilai monoton sehingga para mahasiswa sulit mencerna materi yang diberikan oleh dosen, mereka juga menyebutkan bahwa kurangnya skill praktek yang biasanya dilakukan ketika perkuliahan secara tatap muka.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x