Mohon tunggu...
Fibrisio H Marbun
Fibrisio H Marbun Mohon Tunggu... Freelancer - Pejalan kaki

Menghabiskan masa kecil di padang rumput yang hijau, hamparan sawah dan ladang. Menikmati fajar dan menantikan senja di kaki bukit barisan bersama si sapang dan kawanan kerbau yang lain. Parmahan sian hita an. IG: fibrisio.marbun

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Hilangnya Magis Mutiara Hitam di Awal Kompetisi

6 November 2021   17:17 Diperbarui: 6 November 2021   17:20 64 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Persipura Jayapura/jpnn.com

Mutiara Hitam adalah fenomena, selalu melahirkan talenta-talenta sepakbola Papua dan Indonesia. Akan tetapi, pada saat liga belum resmi bergulir, ruang ganti Persipura Jayapura diguncang dugaan indisipliner dua pemain senior. Bulan Juli silam, Boaz dan Yustinus Pae sempat bersitegang dengan manajemen tim. Saat pemusatan latihan dan sebelum uji coba menghadapi Persita Tangerang, dua pemain senior tersebut diduga meneguk alkohol. Perbuatan kedua pemain tersebut membuat manajemen kecewa dan akhirnya melepas keduanya. Kepergian mereka turut menjadi penyebab rekor buruk Persipura di awal kompetisi.

Dihimpun dari berbagai sumber, kepergian dua pemain tersebut membuat Jacksen F. Tiago harus putar otak meramu formasi Mutiara Hitam. Pelatih asal Brazil ini mengaku berat hati melepas dua pemain senior tersebut. Bagaimana tidak, dua pemain senior ini telah banyak mempersembahkan gelar bagi Mutiara Hitam. Selain hal tersebut, bagi Jacksen Boaz dan Yustinus Pae adalah keluarga. 

Rekor buruk di awal kompetisi juga pernah dialami Persipura, tepatnya pada Liga indonesia tahun 2001. Saat itu, Mutiara Hitam mengawali kompetisi dengan empat kekalahan beruntun dan hanya mampu mencetak satu gol. Kala itu, tim kebanggaan Papua tersebut mengawali kompetisi dengan kekalahan 0-3 dari PSM Makassar, kalah 0-2 dari Presma Manado, kalah 0-3 dari PKT Bontang, dan harus mengakui keunggulan Putra Samarinda 2 gol tanpa balas. Selanjutnya, diakhir kompetisi Persipura harus puas menduduki peringkat 8 wilayah timur dan gagal melaju ke babak selanjutnya. Rekor silam dan rekor tahun ini membuat pecinta Mutiara Hitam harap-harap cemas, apakah Persipura Jayapura akan kehilangan magisnya musim ini?

Mengawali Liga Dengan Kekalahan

Hingga pekan ke-11 Liga 1, Persipura Jayapura hanya mampu memperoleh 5 poin dari 1 kemenangan dan 2 hasil seri. Perolehan ini memaksa Mutiara Hitam untuk menghuni peringkat-17 Liga 1 selisih 1 poin dari juru kunci Persiraja Banda Aceh. Posisi juru kunci bisa saja menjadi milik Persipura apabila Persiraja Banda Aceh mampu mengalahkan Persik Kediri pada laga Sabtu (6/11).

Dibungkam Bali United 1 gol tanpa balas pada pekan-11 semakin menambah rekor buruk Persipura Jayapura. Pasukan Jacksen F Tiago mencatatkan 5 kekalahan beruntun, berhasil mengalahkan rekor buruk pada tahun 2001. Dari 11 pertandingan, Persipura Jayapura menorehkan 1 kemenangan, 2 hasil seri dan 8 kekalahan. Selain itu, Persipura hanya mampu mencetak 8 gol dengan 19 kebobolan. Rekor tersebut menjadikan tim ini sebagai tim dengan pertahanan terburuk.

Pencapain di awal liga menjadikan mental bertanding anak-anak Papua menjadi buruk, hal ini terlihat dari kartu yang diperoleh. Dari 11 laga, mereka mengantongi 20 kartu kuning dan 3 kartu merah.

Kehilangan Sosok Pemain Berkarisma

Rekor buruk Persipura Jayapura tidak terlepas dari hilangnya pemimpin & teladan di tengah lapangan. Dikutip dari viva.co.id, Jacksen F. Tiago mengakui kekalahan beruntun yang dialami timnya tidak terlepas dari hilangnya sosok pemimpin di tengah lapangan. Sebelumnya, Persipura memiliki Boaz Solossa dan Yustinus Pae. Boaz kini bermain untuk Borneo, lalu Yustinus Pae membela klub liga 2, Dewa United.

Boaz Solossa/rri
Boaz Solossa/rri

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan