Mohon tunggu...
Fian Fian
Fian Fian Mohon Tunggu... Si vis pacem, para bellum

Qui ascendit sine labore, descendit sine honore

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Mengenal Lebih Dekat Usaha Diplomasi Harun ar-Rasyid dalam Mewujudkan Puncak Kemuliaan Umat Islam

18 Oktober 2019   15:25 Diperbarui: 18 Oktober 2019   15:44 0 1 1 Mohon Tunggu...

Harun ar-Rasyid (785-809 M) saudara al Hadi telah diasuh dengan baik demi menjadi pemimpin yang kuat dan berjiwa toleransi. Ketika mempinpin di Anbar, ia pun melantik beberapa orang terpilih dan amanat untuk mewakilinya di kawasan tersebut.

Selain itu, Harun juga melaksanakan kebijakannya dengan sangat loyal hal tersebut dibuktikan dengan beberapa kebijakannya yang tidak terkesan memaksa karena ia dikenal dengan pemimpin yang ramah pada semua orang. Ia adalah sosok yang dekat dengan ulama dan penyair, maka tidak heran jika saat itu, ia mampu mendongkrak keilmuan masyarakat Islam. Ia juga dikenal dengan pemimpin yang suka berderma, pemurah, sukar bercengkerama dan alim sehingga ia sanagt disegani dan dihormati rakyatnya.

Harun saat itu mampu menjalanka roda baitul mal  dengan sebaik-baiknya. Ia memanfaatkan baitul mal untuk menanggung biaya hidup para narapidana dengan makanan dan pakain layak. Terdapat perbedaan istilah yang digunakan untuk pemanfaatan baitul mal ini. Jika al Mahdi melakukan hal tersebut atas namma pemberian namun Harun melakukannya atas nama tanggung jawab baitul mal.

Harun juga menjadikan Irak sebagai pusat ilmu pengetahuan, sastra dan kebudayaan Dunia Timur pada saat itu. Ia juga menjadikan Kota Baghdad sebagai ibukota terpenting di wilayah Irak hingga masa al-Muktasim. Adapun usah lain yang dilakukan Harun adalah:

-Pengembangan ilmu pengetahuan, kebidayaan dan kesenian
-Pembangunan infrastruktur baik itu pergedungan maupun sarana sosial sehingga memudahkan perindustrian dan meningkatkan ekonomi umat
-Mengusahakan kemajuan politik pertahanan dan perluasan wilayah Islam sehingga mampu mencakup wilayah yang luas.

Wilayah kekuasaan Islam meliputi Yaman Utara Yaman Selatan, Saudi Arabia, Oman, Uni Emirat, Arab, Kuwait, Irak, Iran, Palestian, yordania, dan daratan Afrika Utara hingga Spanyol. Harun juga mengganti nama baitul hikmah dengan nama khizanah al hikmah atau khizanah kebijaksanaan sebgai perpustakkan dan pusat penelitian. 

Hingga saat inipun, tidak hanya negara Islam dan Indonesia, namun juga negara lainnya mendapatkan banyak sekali manfaat dari meluasnya pengaruh jasa diplomasi Harun ar-Rasyid. Tidak hanya itu, ia secara tidak langsung telah menjadi figur atau kompas perantara keilmuan Nabi bagi kemaslahatan umat dunia.