Mohon tunggu...
Efwe
Efwe Mohon Tunggu... Cuma sekedar berbagi

Penikmat tulisan dan tontonan Emailnya Ferywidiamoko24@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Media Pilihan

Setelah Membaca Tempo "Edisi Mawar"

12 Juni 2019   09:00 Diperbarui: 12 Juni 2019   09:33 0 17 14 Mohon Tunggu...
Setelah Membaca Tempo "Edisi Mawar"
Kabar24.bisnis.com

Seperti kebiasaan di jaman orde baru, apabila sebuah terbitan menulis sesuatu yang sensitif maka edisi yang meliput hal tersebut akan hilang ditelan bumi atau paling tidak sulit sekali untuk mendapatkannya. 

Aksi borong terjadi rupanya agar masyarakat luas tidak memiliki akses informasi terhadap hal yang sensitif itu, berhasilkah? Ya kalau jaman dulu berhasil, jaman now sih ya nehi lah, selain hardcopy tentu saja terbitan seperti Tempo ini punya edisi softcopy juga

Hal ini terjadi pada majalah Tempo  Edisi 10-16 Juni 2019 dengan Berita Utama "Tim Mawar Dan Rusuh Sarinah". Judul yang sangat menarik dan eye catching. Beruntung saya mendapatkan hardcopy majalah tersebut. 

Karya jurnalisme khas Tempo yang menyoroti kerusuhan 21-22 Mei 2019 yang berawal dari aksi demontrasi para pendukung pasangan capres 02 Prabowo-Sandi yang sangat tidak puas dengan hasil pilpres yang telah ditetapkan secara resmi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Tulisan Berita Utama Tempo kali ini dii mulai dengan kalimat provokatif "  Bekas anak buah Prabowo Subianto, Fauka Noor Farid ditenggarai  berada dibelakang aksi unjuk rasa tanggal 21-22 Mei 2019 yang berakhir rusuh."

Ada beberapa nama yang menjadi aktor utama dalam tulisan Tempo kali ini, selain Fauka, ada nama-nama tenar seperti Mayor Jenderal (purn) Kivlan Zen yang saat ini sedang ditahan oleh pihak Polri dengan tuduhan makar. 

Apabila kita menyimak Konpers yang dilakukan pihak Polri dan TNI di Kantor Menkopolhukam kemarin yang menayangkan kesaksian dari para tersangka kerusuhan. Materi tulisan Tempo terkait Kivlan ini sama persis dengan ucapan saksi Iwan Kurniawan dalam konpers tersebut. 

Bagaimana mereka bertemu, Restoran Padang Sederhana  Kelapa Gading yang menjadi tempat rendevouz mereka, dan penyerahan uang sebanyak 15.000 dolar Singapura dalam pecahan 1000 dolar sebanyak 15 lembar, yang kemudian segera ditukarkan menjadi Rp.150 juta. 

Uang tersebut disebutkan untuk keperluan membeli senjata api, yang akan dipakai untuk menghabisi tokoh-tokoh nasional, Wiranto, Luhut Binsar Panjaitan, Budi Gunawan, dan Gorees Mere. Iwan yang menerima perintah bekas atasannya itu, dalam tulisan itu berkata "mendengar namanya saja saya sudah langsung sawan" katanya.

Selain Kivlan, the Role Actor adalah Fauka  Noor Farid. Dia adalah seorang mantan anggota TNI yang juga bawahan Prabowo saat memimpin Kopassus dulu. Fauka merupakan salah satu anggota Tim Mawar yang pada tahun 1998 terlibat dalam penculikan para aktivis yang kritis pada pemerintah orde baru. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
KONTEN MENARIK LAINNYA
x