Mohon tunggu...
Efwe
Efwe Mohon Tunggu... Administrasi - Officer yang Menulis

Penikmat Aksara, Ekonomi, Politik, dan Budaya

Selanjutnya

Tutup

Kurma Pilihan

Memaafkan Itu adalah Mengelola Ekonomi Hati

2 Mei 2022   08:34 Diperbarui: 2 Mei 2022   09:21 959
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Allahuakbar.. Allahuakbar..... Allahuakbar Walillahilham... gema takbir memenuhi ruang dan waktu di pagi Idul Fitri 1443 Hijriyah, setelah selama satu bulan penuh umat muslim di seluruh dunia melaksanakan Ibadah Puasa.

Seturut berucap menyelamati satu sama lain dengan kalimat Selamat Idul Fitri, biasanya ada kalimat Mohon Maaf Lahir Batin. Kedua kalimat tersebut seolah menjadi bagian integral yang tak terpisahkan.

Terdapat variasi dalam kalimat selanjutnya, ada yang menambah dengan ucapan Minal Aidzin Wal Faidzin, menurut sejumlah sumber referensi yang saya dapatkan, kalimat yang berasal dari idiom bahasa Arab ini sebenarnya merupakan potongan dari doa lengkap Ja'anallah Minal Aidzin wal Faidzin yang secara umum berarti 

"Kembali ke fitrah dan kesucian lantaran dosa setahun terakhir disucikan pada saat bulan Ramadan"

Ada pula yang menambahkan kalimat doa lain, "Taqaballahu Minna Wa Minkum" yang artinya merupakan pengharapan agar amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT.

Apapun ucapannya inti dari semua ucapan yang mengiringi salam saat Idul Fitri berharap kebaikan untuk sesama manusia.

Tentu saja secara transenden kembali suci itu bisa terjadi, apabila kita beribadah  secara khusyu sesuai dengan ketentuan  sepanjang bulan Ramadan, sehingga Allah SWT berkenan memaafkan kesalahan kita.

Mungkin Dia akan memaafkan dosa-dosa kita yang luar biasa banyak, dan kita tahu Allah itu Maha Pemaaf, kesalahan sebesar apapun kecuali menduakan-Nya, sepanjang kita bertaubat secara ikhlas akan dimaafkan.

Agak berbeda dengan hubungan antar manusia, meminta dan memberi maaf terkadang a little bit tricky.

Meminta dan memberi maaf  bagi manusia yang diciptakan oleh Sang Maha Pemaaf, acap kali susah dilakukan.

Andaipun melakukannya, sejatinya kita tak pernah tahu juga apakah aktivitas meminta dan memberi maaf tersebut didasari keikhlasan atau hanya sekedar basa basi atau juga karena kepentingan lain.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kurma Selengkapnya
Lihat Kurma Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun