Mohon tunggu...
Efwe
Efwe Mohon Tunggu... Administrasi - Officer yang Menulis

Penikmat Aksara, Ekonomi, Politik, dan Budaya

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Menerka Arah Sepak Bola Pragmatis ala Shin Tae Yong, Saat Timnas Indonesia Berhadapan Harimau Malaysia

19 Desember 2021   10:50 Diperbarui: 19 Desember 2021   16:20 2432
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Hari ini laga lanjutan yang sangat menentukan nasib Timnas Indonesia di  Piala AFF 2020 melawan musuh bebuyutan negeri Jiran Malaysia akan digelar.

Sejumlah pundit sepakbola Indonesia, mematut-matut strategi dan taktik yang akan dijalankan oleh pelatih Timnas Indonesia Shin Tae Yong dalam menghadapi Timnas Malaysia yang dilatih oleh Tan Cheng Hoe.

Ada yang menyebut bahwa Indonesia akan menerapkan strategi bertahan sesuai dengan filosofi sepakbola pragmatis yang di usung Shin Tae Yong untuk meraih hasil positif lawan Malaysia.

Shin Tae Yong memang dikenal luas sebagai pelatih yang mampu mempraktikan sepakbola pragmatis nyaris sempurna.

Mungkin kita masih ingat saat ia mampu membawa Timnas Korsel menekuk raksasa sepakbola dunia Jerman dengan skor 2-0 dalam Piala Dunia Meksiko 2018 silam.

Dalam pertandingan tersebut, Timnas Jerman yang saat itu dibesut oleh Joachim Loew mendominasi penguasaan bola hingga 74 persen.

Hebatnya, meski Taeguk Warriors hanya menguasai bola 26 persen saja, mereka mampu membuat 12 tembakan, dengan 5 diantaranya tepat mengarah ke gawang Manuel Neuer dan berhasil mencetal 2 gol saat laga mendekati akhir.

Alhasil Shin Tae Yong dielu-elukan sebagai salah satu pelatih yang mampu menjalankan sepakbola pragmatis secara sempurna.

Bahkan Jurnalis sepakbola BBC  John Duerden menjuluki pelatih asal Korea Selatan ini sebagai "The Korean Mourinho" karena kesamaan filosofi dan gaya mainnya yang pragmatis dengan pelatih asal Portugal, Jose "The Special One" Mourinho.

Pertanyaannya kemudian, apakah karena Shin Tae Yong  mengusung filosofi sepakbola pragmatis yang oleh sebagian besar pandit sepakbola dunia diidentikan dengan sepakbola bertahan, melawan Malaysia yang notebenenya memiliki kualitas sejajar dengan Indonesia akan menerapkan strategi bertahan seperti saat berhadapan dengan Vietnam?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun