Mohon tunggu...
Efwe
Efwe Mohon Tunggu... Administrasi - Officer yang Menulis

Penikmat Aksara, Ekonomi, Politik, dan Budaya

Selanjutnya

Tutup

Hukum Pilihan

Luhut Laporkan Haris Azhar ke Polisi, Pintu Masuk Menguak Kebenaran

22 September 2021   19:52 Diperbarui: 22 September 2021   21:33 703
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Luhut Binsar Panjaitan akhirnya hari Rabu (22/09/21) secara resmi melaporkan Haris Azhar Direktur Eksekutif Lokataru  dan Koordinator Kontras Fatia Maulidiyanti ke pihak Kepolisian dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Luhut didampingi oleh kuasa hukumnya mendatangi Polda Meteo Jaya untuk menandatangani surat laporan tersebut secara langsung.

"Saya melaporkan pencemaran nama baik saya dengan polisi. Haris Azhar dan Fatia (yang dilaporkan)," ujar Luhut seperti dilansir Kompas.com

Pelaporan yang dilakukan Luhut bermula dari diskusi yang dilakukan Haris dan Fatia mengenai dugaan keterlibatan Luhut dalam bisnis tambang di Papua, yang disiarkan melalui Channel Youtube milik Haris Azhar yang diberi judul "Ada Lord Luhut Dibalik Relasi Ekonomi OPS Militer Intan Jaya! Jenderal TNI Juga Ada! NgeHAMtam!"

Keduanya berdiskusi merujuk pada hasil riset yang dilakukan oleh YLBHI, Walhi Eksekutif Nasional, Wahli Papua, Pusaka Bentala Rakyat, LBH Papua, JATAM, Greenpeace dan Trend Asia.

Hasil riset tersebut kemudian dijadikan sebuah laporan yang diberi judul "Ekonomi-Politik Penempatan Militer di Papua: Kasus Intan Jaya"

Dalam laporan tersebut seperti yang saya kutip dari situs Kontras.id, memperlihatkan dugaan adanya relasi antara konsesi perusahaan tambang dengan penempatan aparat militer di Papua dengan contoh kasus di Intan Jaya.

Dalam laporan tersebut  dituliskan terdapat 4 perusahaan di Intan Jaya yang diindikasikan terlibat di dalamnya, PT Freeport, PT Madinah Qurrata A'in, PT Nusapati Satria, dan PT. Kotabaru Miratama.

Dari keempat perusahaan tersebut menurut laporan itu ada 2 perusahaan tambang yang terindentifikasi ada kaitannya dengan Luhut yakni PT. Madinah Qurrata A'in dan PT. Freeport.

Selain Luhut, laporan tersebut juga mengidentifikasi ada keterlibatan Purnawirawan Polri dan Purnawiran TNI di dalamnya.

Nah, laporan inilah yang kemudian diangkat oleh Haris dan Fatia dalam diskusinya tersebut yang kemudian membuat Luhut berang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hukum Selengkapnya
Lihat Hukum Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun