Mohon tunggu...
Widiatmoko
Widiatmoko Mohon Tunggu... Administrasi - Penulis Amatir

Penikmat Aksara, Ekonomi, Politik, dan Budaya

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Dokumen Rahasia Menunjukan Alasan AS Kalah di Afghanistan

21 Agustus 2021   14:21 Diperbarui: 21 Agustus 2021   14:28 765 39 4
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Ketika Afghanistan kembali berhasil dikuasai oleh Kelompok Taliban, seluruh dunia tak hanya memandang negeri itu dengan penuh kekhawatiran, tetapi juga menaikan alis seraya berpandangan sinis seolah menganggap Amerika Serikat tak becus mengelola Afghanistan pasca mereka menyerang dan mengambil alih negeri itu sebulan setelah peristiwa terorisme 9/11 terjadi pada tahun 2001.

20 tahun memegang kendali di Afghanistan, AS dianggap tak berhasil melumpuhkan kekuatan Taliban secara menyeluruh dan membangun kekuatan militer dan landasan demokrasi yang kuat di Afghanistan.

Bayangkan kurang sepekan dari saat pasukan AS dan NATO angkat kaki dari negeri, Pasukan Taliban dengan leluasa dan nyaris tanpa perlawanan berhasil menguasai Afghanistan .

Artinya, kekuatan Pasukan Taliban tak tereleminir  oleh AS dan Pemerintah Afghanistan selama ini.

Padahal menurut dokumen yang dirilis Special Inspector General for Afghanistan Reconstruction (SIGAR), Lembaga bentukan AS sebagai administrator untuk rekontruksi di Afghanistan tersebut telah mengucurkan US 88 milyar dollar atau senilai Rp. 1.276 triliun hanya untuk urusan keamanan saja, tak termasuk kebutuhan perang dan membangun kehidupan ekonomi, sosial, dan budaya rakyat Afghanistan.

Memang,menurut sejumlah sumber bacaan yang saya dapatkan faktor jatuhnya kembali Afghanistan ke tangan Taliban tak tunggal, korupsi yang sangat masif dan kurangnya nasionalisme warga Afghanistan serta gontok-gontokan antar War Lords di daerah-daerah seluruh wilayah negeri itu menjadi faktor utama lain.

Namun, faktor kegagalan AS dalam mengelola Afghanistan lah yang dianggap sebagian pandit keamanan dan geopolitik dunia hal yang paling utama dalam kejatuhan Pemerintahan Afghanistan ke tangan Taliban.

Dilansir, National Securty Archive (NSA) merujuk pada sejumlah dokumen  yang telah dideklasifikasi yang diterbitkan Kamis 19 Agustus 2021 oleh Arsip Keamanan Nasional AS, Pemerintah AS dibawah 4 administrasi Presiden telah memberikan informasi menyesatkan kepada rakyat  AS selama mereka menduduki Afghanistan 2 dekade.

Mereka menyembunyikan fakta-fakta yang tidak nyaman tentang kegagalan yang sedang berlangsung di Afghanistan dalam dokumen-dokumen yang sengaja dirahasiakan.

Dokumen-dokumen yang dideklasifikasi oleh Pemerintah AS setelah selama 20 tahun dirahasiakan ini, termasuk memo yang disebut "snowflake" ditulis oleh Mantan Menteri Pertahanan AS  di bawah Administrasi Presiden George W. Bush, Donald Rumsfeld.

nsarchive.gwu.edu/document/24546-office-secretary-defense-donald-rumsfeld-snowflake
nsarchive.gwu.edu/document/24546-office-secretary-defense-donald-rumsfeld-snowflake
nsarchive.gwu.edu/document/24546-office-secretary-defense-donald-rumsfeld-snowflake
nsarchive.gwu.edu/document/24546-office-secretary-defense-donald-rumsfeld-snowflake
nsarchive.gwu.edu/document/24546-office-secretary-defense-donald-rumsfeld-snowflake
nsarchive.gwu.edu/document/24546-office-secretary-defense-donald-rumsfeld-snowflake
nsarchive.gwu.edu/document/24546-office-secretary-defense-donald-rumsfeld-snowflake
nsarchive.gwu.edu/document/24546-office-secretary-defense-donald-rumsfeld-snowflake
nsarchive.gwu.edu/document/24546-office-secretary-defense-donald-rumsfeld-snowflake
nsarchive.gwu.edu/document/24546-office-secretary-defense-donald-rumsfeld-snowflake
nsarchive.gwu.edu/document/24546-office-secretary-defense-donald-rumsfeld-snowflake
nsarchive.gwu.edu/document/24546-office-secretary-defense-donald-rumsfeld-snowflake
Dalam serangkaian dokumen tersebut  ditulis rencana-rencana dan target Pemerintah Bush saat menyerang untuk mengusir Pemerintahan Taliban di Afghanistan yang dianggap melindungi Al Qaeda pelaku terorisme 9/11.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan