Mohon tunggu...
Fery Widiatmoko
Fery Widiatmoko Mohon Tunggu... Analyst

Penikmat Aksara, Ekonomi, Politik, dan Budaya

Selanjutnya

Tutup

Finansial Pilihan

Mansurmology, Rekomendasi Saham Cuan ala Yusuf Mansur

4 Desember 2020   07:02 Diperbarui: 4 Desember 2020   10:21 698 26 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mansurmology, Rekomendasi Saham Cuan ala Yusuf Mansur
Wartaekonomi.co.id

Belakangan dunia investasi portofolio saham ramai memperbincangkan hasil analisa Ustadz Yusuf Mansur dalam merekomendasikan saham-saham yang layak dibeli dan menghasilkan cuan yang cukup menjanjikan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Yusuf Mansur mengungkapkan rekomendasi yang diberikannya tak hanya asal cuan, ia meyakini bahwa berinvestasi di saham juga mengandung aspek religius.

Melalui unggahan terbarunya di akun Instagram miliknya @Yusufmansurnew ia memperkenalkan konsep Mansurmology.

Konsep ini dinilai banyak pihak yang berkecimpung dalam dunia saham punya sudut pandang berbeda. Menurut Ustadz Yusuf Mansur, prinsip Mansurmology tak hanya mengejar keuntungan semata,tapi lebih pada memiliki perusahaan.

Mungkin yang dimaksud Yusuf Mansur tak hanya mencari untung dari capital gain atau selisih antara harga beli dan harga jual.

Yusuf mungkin terinspirasi dari cara berinvestasi mogul investasi dunia pemilik lembaga investasi Berkshire Hathaway, Warren Buffet, yang memang sudah teruji kebenarannya, portofolio investasinya hampir seluruhnya untuk jangka panjang

Sedikit yang membedakan konsep Mansurmology ala Yusuf Mansur ini, dikaitkan dengan keberkahan perusahaan yang menguasai hajat hidup orang banyak, perusahaan demikian biasanya masuk dalam industri  consumer goods dan infrastruktur

"Prinsip Mansurmology sederhana aja berkahin atau ikut berkahnya dari perusahaan yang menguasai hajat hidup orang banyak." Tulis Yusuf.

Selanjutnya ia memaparkan bahwa investasi saham itu bisa dimulai secara kolektif dan sejauh ini semangat kebersamaan itu sudah muncul, tercermin dari kenaikan sejumlah saham yang direkomendasikan oleh Yusuf, seperti saham PT. Garuda Indonesia Airways Tbk (GIAA), PT. Wijaya Karya Tbk (WIKA), dan anak usaha GIAA, PT. GMF Aero Asia Tbk (GMFI).

Yusuf, selanjutnya merekomendasikan bagi publik untuk membeli saham Kimia Farma (KAEF) yang ia nilai memberikan keberkahan karena emiten farmasi ini melayani hajat hidup orang banyak.

"Saham vaksin" katanya.

Sebetulnya analisis sederhana yang dilakukan Ustadz yang gemar mengusung ekonomi berbasis keumatan ini, pendekatannya tak berbeda jauh dengan analisa fundamental yang dilakukan oleh para analis dari berbagai perusahaan investasi lain.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x